Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
13 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
20 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Kilas Sejarah Hari Bela Negara, HNW Ingatkan Peran Santri

Kilas Sejarah Hari Bela Negara, HNW Ingatkan Peran Santri
Wakil ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI bekerjasama dengan Para Santri dan Kiyai di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Minggu (20/12/2020). (foto: Ist.)
Senin, 21 Desember 2020 21:43 WIB

JAKARTA - Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid, mengingatkan kembali peran santri dalam membela dan mempertahankan negara Indonesia merdeka. Terutama peran yang menjadi dasar lahirnya Hari Bela Negara.

Hari Bela Negara yang diperingati 19 Desember, kata Hidayat, merupakan keputusan yang diambil era presiden SBY. Hari Bela Negara diperingati sebagai pengingat atas pembelaan dan penyelamatan eksistensi negara Indonesia merdeka, melalui deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1948.

Saat itu Belanda berhasil menguasai Ibukota Negara di Yogyakarta, dan sejumlah pimpinan nasional, seperti presiden Soekarno dan wapres Hatta. Lalu, Kolonialis Belanda pun menyebar propaganda bahwa Indonesia sudah kembali ke bawah penguasaan Belanda.

"Saat itu, tampillah Mr. Sjafruddin Prawiranegara yang membela dan menyelamatkan negara Indonesia merdeka, dengan mendeklarasikan dan memimpin PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia)" ujar Hidayat secara daring dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI bekerjasama dengan Para Santri dan Kiyai di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Minggu (20/12/2020).

Wakil ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan peran heroik dan monumental Mr. Sjafruddin, merupakan dasar bagi presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menetapkan Hari Bela Negara melalui Keppres no. 18 tahun 2006.

"Itu apresiasi negara atas jasa kalangan santri yang kembali sukses menyelamatkan dan membela Indonesia dari makar penjajah Belanda. Peran yang sebelumnya juga dilakukan oleh Pimpinan NU dan Muhammadiyah saat selamatkan Proklamasi serta Pancasila dengan menyetujui perubahan sila 1 Pancasila pada 18 Agustus 1945, juga peran Pendiri NU (KH Hasyim Asyari dengan Resolusi Jihadnya 22 Oktober 1945) dan Muhammadiyah (Ki Bagus Hadikusumo dengan Amanat Jihadnya pada 28 April 1946). Yang sesudahnya juga dilakukan oleh M Natsir (ketua fraksi partai Islam Masyumi di DPR RIS dan waketum Persis, melalui Mosi Integral 3 April 1950, selamatkan Indonesia dari RIS kembali menjadi NKRI," jelasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Parlemen
wwwwww