Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
3
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kok Tega Ya, Menteri dari Partai Wong Cilik Korupsi Jatahnya Wong Cilik

Kok Tega Ya, Menteri dari Partai Wong Cilik Korupsi Jatahnya Wong Cilik
Juliari Batubara saat membagikan Bansos Covid. (Foto: Liputan6.com)
Minggu, 06 Desember 2020 21:56 WIB
JAKARTA - Covid-19 yang menjerat Menteri Sosial Juliari Batubara mencoreng citra Presiden Joko Widodo serta partai politik yang menaungi sang menteri.

Menurut pengamat politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, kasus Menteri Juliari mau tidak mau mengganggu citra PDIP, pasalnya, parpol yang naungan Juliari kerap mengklaim sebagai partainya wong cilik (rakyat menengah ke bawah).

Terlebih kepada Presiden Joko Widodo, dimana kasus rasuah Juliari menjadi catatan hitam kedua Kabinet Indonesia Maju setelah sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga terjerat kasus dugaan suap ekspor benih lobster belum lama ini.

"Sekarang ngaruhnya apa? Malu, malu dengan rakyat, malu dengan Pak Jokowi. Apalagi partainya PDIP, partai yang teriak-teriak membela wong cilik tapi korupsi dari jatahnya wong cilik? Kan aneh," ucap Hendri Satrio seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (6/12/2020).

Kendati demikian, Hensat, sapaan Hendri Satrio menilai kasus tersebut tak akan berpengaruh banyak terhadap elektabilitas PDIP sebagai parpol pengusung, termasuk Gerindra yang kadernya juga terjaring OTT KPK beberapa waktu lalu.

"Tapi pengaruh elektabilitasnya signifikan? Enggak. Malu saja. Sementara PDIP susah ngomong partai wong cilik karena ada kadernya yang korupsi dari jatahnya wong cilik. Efeknya sebentar saja, nanti juga kalau masyarakat lupa bisa ngomong lagi (sebagai partai berpihak ke orang kecil)," katanya.

Hal tersebut disampaikan dengan yakin karena menurut Hensat, ada tiga sifat masyarakat Indonesia dalam melihat kasus korupsi.

"Ada tiga sifat, yakni mudah lupa, mudah memaafkan, sama suka nostalgia. Tapi Kementerian Sosial ini kursi panas. Mensos sebelumnya dari Golkar (Idrus Marham), sekarang PDIP," tandasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Cendekia, Balai Kota, GoNews Group
wwwwww