Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group

17 Subyek Uji Klinis di Bandung 'Drop', Sinovac masih Bisa Dipercaya

17 Subyek Uji Klinis di Bandung Drop, Sinovac masih Bisa Dipercaya
Lembar presentasi BPOM dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (foto: zul/gonews.co)
Selasa, 17 November 2020 14:32 WIB
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan, uji klinis tahap III vaksin Cinovac di Indonesia telah selesai. Tahapan yang berjalan saat ini adalah analisa data.

Dalam konteks pegawalan terhadap vaksin Sinovac tersebut, kepala BPOM, Dr. Penny K. Lukita mengungkapkan, hasil uji kilinis tersebut akan menjadi salah satu acuan untuk diterbitkannya izin edar darurat atau emergency use authorization/EUA.

"Uji klinik yang dilakukan di Bandung untuk Covid-19, tidak ada laporan efek samping serius hingga saat ini. Jadi per 6 November 2020, sudah selesai 1.620 subyek dosis pertama dan 1.603 subyek dosis kedua. Dan 1.520 masuk ke periode monitoring. Walaupun ada 17 subyek yang drop out (keluar atau drop off (menurun), suara dan gambar tidak jelas, red) tapi saya kira itu tidak signifikan. Jadi sekarang masih berlangsung pengawalan terkait keamanan dan khasiatnya," kata Penny di hadapan Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Dalam proses pengawalan itu, kata Penny, BPOM sudah mengunjungi fasilitas produksi vaksin Sinovac di China dan mendapatkan data kualitas yang baik dan sangat bisa dipercaya. Sehingga, "jika dikaitkan dengan itu maka tidak ada masalah,".

Selanjutnya, kata Penny, BPOM masih menunggu hasil monitoring sepanjang 3 bulan pasca penyuntikan dosis yang kedua.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww