Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
11 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
14 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
11 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
8 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
11 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Segera Didata, Warga Boleh Menolak Divaksin

Segera Didata, Warga Boleh Menolak Divaksin
Ilustrasi fasilitas kesehatan di Sinovac, China. (foto: istimewa)
Jum'at, 06 November 2020 13:04 WIB
TANGSEL - Petugas vaksinasi Covid-19 akan segera mendata warga berusia muda dan tua untuk divaksinasi Covid-19, menurut penuturan salah satu petugas.

"Kalau tidak salah, usia 15-59 tahun," kata petugas tersebut kepada wartawan di kediamannya, di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/11/2020).

Ia mengatakan, yang akan Ia lakukan hanya pendataan, siapa saja warga pada rentang usia tersebut yang bersedia untuk divaksin. Dan untuk meyakinkan bahwa vaksin ini aman, kata dia, jajaran petugas kesehatan akan lebih dulu divaksin.

"(vansinnya, red) Sinovac, dan warga boleh menyatakan tidak bersedia. Tapi, enakanya, kalau di awal-awal ini kan gratis, vaksinasi yang selanjutnya mungkin bayar," kata dia.

Ia belum dapat merinci tanggal berapa pendataan akan dimulai, dan tanggal berapa vaksinasi akan dimulai. Kata dia, "besok baru mau dirapatin lagi,".

Seperti diketahui, rencana vaksinasi Covid-19 dikabarkan maju dari rencana semula sekitarJanuari-Februari 2021, menjadi November-Desember 2020. Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) juga telah meyambangi BPJS Kesehatan untuk meminta data guna menetapkan calon prioritas penerima vaksin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww