Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
15 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
22 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pengelola Tempat Wisata di Sumbar Diimbau Waspadai Klaster Liburan

Pengelola Tempat Wisata di Sumbar Diimbau Waspadai Klaster Liburan
Juru Bicara Gugus Tugas Penangananan Covid - 19 Sumatera Barat, Jasman Rizal. (doc pribadi).
Jum'at, 30 Oktober 2020 05:16 WIB
Penulis: Jontra
SUMBAR - Para pengelola tempat wisata di Sumatera Barat (Sumbar) diminta untuk mengantisipasi potensi munculnya klaster baru selama libur panjang berlangsung di akhir Oktober 2020 ini. Hal ini disebabkan libur panjang akhir pekan ini praktis mengumpulkan orang-orang ke ruang-ruang publik, seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, atau tempat ibadah.

Juru Bicara Gugus Tugas Penangananan Covid - 19 Sumatera Barat, Jasman Rizal mengingatkan pemerintah daerah yang punya destinasi wisata populer agar ikut bersiap.

"Kami mengingatkan sampai akhir minggu ini adalah libur panjang. Untuk daerah-daerah destinasi wisata di Sumbar, kami mohon kesiapsiagaannya untuk mengantisipasi timbulnya klaster libur panjang," ujar Jasman Rizal, Kamis 29 Oktober 2020.

Tentu saja kita belajar pada pengalaman sebelumnya, libur panjang terbukti berdampak pada penambahan kasus positif di tingkat nasional. Hal ini dipicu karena terjadinya kerumunan di berbagai lokasi yang dikunjungi masyarakat selama masa liburan dan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang gencar disosialisasikan.

Lebih lanjut Jasman menjelaskan bahwa masa liburan kerap digunakan masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata maupun pulang kampung untuk menemui sanak saudara. Terkait hal ini, Satgas Penanganan Covid - 19 menghimbau masyarakat untuk tetap menjauhi daerah-daerah yang ramai dikunjungi saat liburan.

Pemerintah daerah diminta membatasi tingkat kapasitas kunjungan di lokasi wisata, maksimal 50 persen dari total pengunjung. Pemerintah daerah dapat bekerjasama dengan pengelola wisata, optimalkan satuan tugas daerah dan fasilitas kesehatan yang ada, terutama tracing dan screening.

"Tingkatkan kapasitas dan fasilitas testing bagi masyarakat yang melakukan perjalanan," tambahnya.

Yang paling terpenting, menurutnya, masyarakat diminta untuk menghabiskan waktu liburannya di rumah saja dan tidak perlu keluar rumah tanpa ada kepentingan yang mendesak. Namun apabila memang ada kepentingan mendesak, Jasman menyarankan masyarakat melakukan screening (pemeriksaan) Covid-19 sebelum berangkat dan sepulang dari bepergian.

"Tetaplah berkumpul bersama keluarga dirumah, serta lakukan kegiatan di lingkungan masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan)," tutupnya.(**)

wwwwww