Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
16 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
23 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Parlemen
18 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS

China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian dalam sebuah kesempatan. (foto: dok. ist/antara)
Jum'at, 30 Oktober 2020 13:00 WIB
JAKARTA - Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian menanggapi pengerahan kekuatan militer mereka di Laut China Selatan. AS menjadi pemicu.

Mengutip lansiran Antara, Jumat (30/10/2020), Dubes Xiao menyebutkan langkah itu dibutuhkan demi mengimbangi "hegemoni maritim AS".

Pernyataan Xiao Qian itu disampaikan secara resmi melalui pernyataan tertulis yang disiarkan di laman resmi Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di Indonesia, tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Michael Richard Pompeo mengakhiri kunjungannya di Indonesia, Kamis kemarin.

Xiao Qian, juga menanggapi pernyataan Pompeo yang menolak klaim sepihak Beijing di Laut China Selatan.

Pompeo, dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi, mengatakan klaim China "tidak sah" dan "melanggar hukum".

Menurut Xiao Qian, komentar AS itu tidak tepat karena Laut China Selatan merupakan rumah bersama bagi negara-negara di kawasan. Justru menurut pemerintah China, AS merupakan ancaman bagi perdamaian di Laut China Selatan.

Dubes Xiao menjelaskan, China telah membangun kerjasama di negara-negara kawasan demi menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

"(Kami, red) juga berusaha menyelesaikan pertikaian dengan sebaik-baiknya melalui konsultasi dan negosiasi bersahabat," kata Dubes Xiao Qian.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kuliner, Parlemen
wwwwww