Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
12 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
19 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Tuah Madani

Pariaman Dapat DAK Rp1,6 Miliar untuk Bangun Panggung Kesenian

Pariaman Dapat DAK Rp1,6 Miliar untuk Bangun Panggung Kesenian
Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hari Santosa Sungkari mengunjungi pembangunan panggung kesenian beberapa waktu lalu di Pantai Kata, Kota Pariaman, Sumbar. (foto: antara/aadiaat m.s)
Kamis, 29 Oktober 2020 17:19 WIB
PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sekitar sebesar Rp1,6 miliar untuk pembangunan panggung kesenian atau pertunjukkan di objek wisata Pantai Kata.

"Jika selesai sebelum akhir tahun maka panggung kesenian itu akan digunakan pada malam pergantian tahun," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan dibangunnya panggung kesenian tersebut karena pihaknya ingin memperbanyak lokasi pusat keramaian yang tujuannya agar wisatawan tidak berkumpul pada satu lokasi yaitu Pantai Gandoriah.

Hal tersebut, kata dia dilakukan agar pariwisata tetap berjalan dan tidak terjadi klaster penyebaran COVID-19 di bidang pariwisata di daerah itu.

"Jadi di objek wisata kami terapkan pembatasan jumlah kunjungan, caranya memecah lokasi pertunjukkan," katanya.

Ia menjelaskan jika di Pantai Gandoriah nantinya ditampilkan silat atau indang dan kesenian lainnya maka di Pantai Kata akan ditampilkan kesenian yang berbeda.

Ia mengungkapkan perlunya memperbanyak lokasi keramaian karena berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman terbanyak di Pantai Gandoriah yaitu pada Sabtu dan Minggu.

"Selain itu memperbanyak lokasi pertunjukkan kesenian juga dapat menambah keinginan wisatawan lama tinggal di Pariaman," ujarnya.

Ia menyampaikan yang tampil di panggung kesenian tersebut yaitu seniman-seniman Kota Pariaman dengan menampilkan kesenian khas setempat.

"Jika selesai tahun baru maka Dewan Kesenian Kota Pariaman wajib tampil di sana," ujar dia.

Ia menambahkan meskipun di daerah itu membuka pariwisata namun pihaknya tetap mewajibkan wisatawan untuk menggunakan masker dan protokol kesehatan lainnya agar penyebaran COVID-19 dapat ditekan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara
Kategori:Balai Kota, Binawidya, Tuah Madani
wwwwww