Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Ikuti Presiden Turki, Sejumlah Swalayan di Aceh Mulai Boikot Produk Prancis

Ikuti Presiden Turki, Sejumlah Swalayan di Aceh Mulai Boikot Produk Prancis
Swalayan 212 Mart. (Foto: Antara)
Kamis, 29 Oktober 2020 20:05 WIB
ACEH - Sikap tegas Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang memerintahkan untuk memboikot produk-produk Prancis ternyata diikuti sejumlah swalayan di Banda Aceh.

Pemboikotan produk perusahaan Prancis ini dilakukan menyusul sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam.

"Namun ada beberapa kategori, seperti susu tidak dipajang. Tapi kita tetap melayani pelanggan apabila pelanggan butuh," ujar sebagai Kepala Toko 212 Mart, Yusri Abdul Fatah, seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita RMOLAceh, Kamis (29/10).

Untuk swalayan 212 Mart Lampriet, kata Yusri, mereka telah membicarakan soal pemboikotan tersebut dengan pengurus dan merespons dengan menarik produk-produk Prancis dari rak-rak mereka. Seperti produk-produk Garnier dan L’Oriel.

Sementara untuk produk Danone, terutama air dalam kemasan Aqua. Mereka memang tidak menyuplai air mineral tersebut.

"Kami lebih fokus pada produk lokal. Dan mereka juga tidak melakukan pemesanan lagi terhadap produk-produk tersebut," jelas Yusri.

Di Lambhuk Swalayan, kepala toko, Fauji mengungkapkan, kalau swalayan mereka belum ada gerakan apapun. Mereka menunggu perintah dari atasan. Namun para pekerja telah mengusulkan pemboikotan itu juga dilakukan di swalayan tempat mereka bekerja.

"Sampai saat ini masih berjalan seperti biasa," kata Fauji.

Begitu pula dengan Cut Nun Swalayan yang beroperasi di Ulee Kareng. Wahyudi, sang kepala toko mengatakan, saat ini tidak ada penarikan atau pemboikotan produk Prancis di swalayan mereka.

Namun pada prinsipnya, mereka tidak keberatan memboikot produk-produk Prancis ke depannya, sebagai bentuk solidaritas sesama umat Muslim.

"Bisa jadi akan dilakukan dalam waktu dekat. Kami melihat situasi yang berkembang,” kata Wahyudi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol Aceh
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww