Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mulai dari Teman Medsos di LN, Masker UKM dari Batang Diekspor

Mulai dari Teman Medsos di LN, Masker UKM dari Batang Diekspor
Bupati Batang, Jawa Tengah Wihaji bersama Ketua Tim Penggetak PKK Kabupaten Batang Ny Uni Kuslantasih Wihaji mengunjungi rumah perajin masker Tri Amalia Lestari di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal. (foto: ist./pemkab batang)
Rabu, 28 Oktober 2020 12:42 WIB
BATANG - Masker karya Tri Amalia Lestari, pemilik UKM di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berhasil diekspor ke Luar Negeri (LN) lantaran peran media sosial (medsos).

"Untuk ekspor awalnya juga dari teman yang melihat unggahan kemudian suka dan minat, itu orang Malaysia. Kemudian, dia minta contoh, dari situ permintaan masker terus bertambah bahkan hingga beberapa wilayah kota Malaysia seperti Sabah, Kualumpur, dan Kucing," kata Amalia dalam lansiran Antara, Rabu (28/10/2020).

Warga asal Kecamatan Wonotunggal ini mengisahkan, mulanya Ia hanya mencoba memanfaatkan peluang dimana masker menjadi kebutuhan di masa pandemi. Agar menarik minat pembeli, Ia mengkreasi masker hasil produksinya dengan berbagai motif dan pernak-pernik. Media sosial, Ia jadikan sebagai salah satu saluran pemasaran.

Saat ini, Ia sudah memiliki 30 varian masker yang Ia jual dengan rentang harga Rp30 ribuan sampai ratusan ribu rupiah.

Sejauh ini, ekspor masker karyanya bisa menyumbang omset Rp3 jutaan per bulan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Kampus, GoNews Group
wwwwww