Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
7 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
14 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Binawidya

Kinerja BPR di Sumbar Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Kinerja BPR di Sumbar Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi
Grafik kinerja BPR di Sumbar hingga Agustus 2020. (grafis: antara/ojk sumbar)
Rabu, 28 Oktober 2020 22:09 WIB
PADANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja bank perkreditan rakyat (BPR) di Sumatera Barat tetap tumbuh di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Pada Agustus 2019 total aset BPR konvensional dan syariah di Sumbar mencapai Rp1,95 triliun, pada Agustus 2020 menjadi Rp2,04 triliun atau naik sebesar Rp90 miliar," kata Kepala OJK perwakilan Sumbar Misran Pasaribu di Padang, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya peningkatan total aset BPR terjadi karena peningkatan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp40 miliar dari Rp1,53 triliun menjadi Rp1,57 triliun.

"Selain itu kredit yang disalurkan juga meningkat sebesar Rp60 miliar dari Rp1,48 triliun menjadi Rp1,58 triliun," kata dia.

Kualitas pembiayaan yang disalurkan masih perlu perbaikan karena rasio kredit bermasalah mencapai 10,05 persen.

Angka ini sebenarnya sudah turun dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang mencapai 12,68 persen.

Ia menyebutkan angka rasio kredit bermasalah BPR di Sumbar berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 8,37 persen.

Sementara itu loan to deposit rasio atau perbandingan antara volume kredit yang disalurkan dengan jumlah penerimaan dana relatif baik yaitu 84,23 persen atau di bawah angka nasional 109,48 persen.

"Artinya BPR di Sumbar masih memiliki ruang untuk menyalurkan kredit, "ujarnya.

Pada sisi lain pangsa pasar BPR di Sumbar terhadap nasional terbilang kecil untuk aset hanya 1,2 persen, kredit 1,28 persen dan dana pihak ketiga 1,42 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara
Kategori:Pasar & Niaga, Binawidya, Kulim
wwwwww