Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
9 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku

Jasadnya Ditemukan di Kandang Buaya, Wanita Cantik Ini Dibunuh Usai Bersetubuh 2 Kali dengan Pelaku
Foto FS, wanita yang jasadnya ditemukan dalam kandang buaya di Berau. (detik.com)
Rabu, 28 Oktober 2020 09:43 WIB

BERAU - Polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku dan motif pembunuhan terhadap FS (25), wanita muda yang jasadnya ditemukan dalam kandang buaya di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dikutip dari detik.com, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan, pelakunya berinisial SA (34). SA membunuh wanita berparas cantik itu dengan cara menjerat lehernya menggunakan tali.

''Dijerat lehernya pakai tali,'' ujar AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo, Selasa (27/10/2020).

Edy menuturkan, SA awalnya mem-booking FS dan mereka kemudian berkaraoke bersama. Setelah itu, keduanya pergi menaiki mobil. Di tengah jalan, SA membeli tali dan lakban.

''Setelah karaoke itu, dia mau ke tempat yang kedua, mau hubungan badan lagi ke tempat kedua ini, saat di jalan dia berhenti beli tali sama beli lakban. Baru ke lokasi, dia ke lokasi berhubungan badan lagi di mobil. Setelah hubungan badan inilah dijerat lehernya pakai tali,'' ucapnya.

SA mengaku menghabisi FS karena diancam kelakuannya dibongkar kepada istrinya jika tidak memberikan sejumlah uang kepada korban. SA belum membeberkan besaran uang yang disebutnya diminta FS itu.

''Si laki-laki ini takut terancam. Menurut keterangan tersangka dia (FS) mengancam akan membeberkan ke keluarganya kalau dia tidak memberikan sesuatu, uang lah gitu,'' ucapnya.

Setelah tewas, jasad korban lalu dibuang ke sungai yang menjadi kandang atau habitat buaya. SA bermaksud menghapuskan jejak.

''Alasannya kan supaya dia (jasad korban) nggak ketemu, kalau nggak tenggelam, akan dimakan buaya. Tapi tidak ada kejahatan yang sempurna. Dia mau dibuang ke situ ternyata nyangkut di ranting, nggak sampai ke sungai,'' tuturnya.

Terancam Hukuman Mati

Jasad FS ditemukan dengan kondisi tangan terikat dan mulut terlakban pada Rabu (21/10/2020), sekitar pukul 16.00 Wita. Polisi yang menyelidiki kasus ini lalu menangkap SA di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Ahad (25/10).

SA telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. ''(Pasal) 340 (KUHP), (Pasal) 338 (KUHP), ancaman hukuman mati. Pembunuhan berencana,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww