Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Parlemen

PKB Minta Polri Usut Tuntas Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke KKB di Papua

PKB Minta Polri Usut Tuntas Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke KKB di Papua
Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) Papua. (Foto: Istimewa)
Selasa, 27 Oktober 2020 15:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, Jazilul Fawaid, meminta Polri segera mengusut tuntas praktik jual beli senjata ilegal yang melibatkan oknum Brimob ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

"Segera ditindak sesuai hukum yang berlaku dan usut siapa saja yang terlibat," ujar Jazilul Fawaid kepada wartawan, Selasa (27/10/2020) di Jakarta.

Dengan demikian kata Wakil Ketua MPR RI itu, kejadian serupa tidak akan terulang. "Jika terbukti hukum yang setimpal untuk memberikan efek jera. Jangan sampai kejadian ini terulang di kemudian hari," tegasnya.

Terlebih lagi, kasus jual beli senjata ilegal tersebut sudah berlangsung lama. Menurut pengakuan Juru Bісаrа Tеntаrа Pеmbеbаѕаn Nasional Papua Barat Orgаnіѕаѕі Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sеbbу Sambom, ѕеnjаtа-ѕеnjаtа yang dіgunаkаn ріhаknуа dibeli dari оknum араrаt keamanan Indonesia. Bаhkаn, ѕеnjаtа-ѕеnjаtа itu dіdаtаngkаn dаrі Jakarta.

"Sekali lagi Polri harus bertindak tegas," urainya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, Polri akan berkomitmen dan menindak tegas oknum polisi yang terlibat dalam perdagangan sejata api. Pasalnya kata Awi, perbuatan tersebut telah merusak citra dan nama baik kepolisian.

"Untuk kasus oknum Brimob berinisial Bripka JH, sudah diamankan karena diduga menjual senjata api kepada Kelompok Kriminial Bersenjata (KKB)," kata Awi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/10) kemarin.

Sebelumnya, pada Kamis (21/10) lalu, tim gabungan TNI-Polri mengamankan oknum Brimob tersebut karena diduga menjual senjata api jenis M-16 dan M4 kepada KKB. Dalam pengamanan itu, tim gabungan TNI-Polri telah menyita dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4 sebagai barang bukti. Diduga KKB akan menggunakan senjata tersebut untuk mengganggu Kamtibmas di Papua.***

wwwwww