Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Marpoyan Damai

Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Warga Lubukbasung Agam

Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Warga Lubukbasung Agam
Pemilik kebun pinang berfoto di samping bungai bangka raksasa yang sedang mekar di Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.(Dokumentasi Warga)
Senin, 26 Oktober 2020 20:58 WIB
LUBUK BASUNG - Bunga bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum mekar di kebun pinang milik warga Sungai Landai Simaruok di Jorong II Garagahan, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Menurut pemilik kebun pinang, bunga bangkai yang mekar tingginya dua meter dan lebarnya sekitar satu meter.

"Bunga bangkai itu dalam kondisi mekar sempurna, tumbuh di antara pohon pinang," kata Harry, pemilik kebun pinang, di Lubukbasung, Senin.

Harry menuturkan bahwa kakaknya yang bernama Yosi Vera Wati pertama kali melihat bunga bangkai itu mekar saat membersihkan lahan pada Minggu (25/10) pagi.

Ketika mencium bau menyengat Yosi mengira ada bangkai babi hutan di kebun karena warga biasa berburu di area tersebut. Namun setelah melakukan pencarian dia menemukan bunga bangkai yang sedang mekar.

"Dapat informasi itu, saya langsung ke lokasi untuk melihat," kata Harry.

Harry kemudian menghubungi Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat untuk melaporkan temuan bunga bangkai mekar.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumatera Barat Ade Putra mengatakan bahwa bunga bangkai yang ditemukan mekar di kebun pinang warga kemungkinan akan layu lima hari ke depan.

"Bunga bangkai akan layu setelah mekar sempurna," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa ada empat jenis bunga bangkai yang ditemukan di wilayah Agam, yakni Amorphophallus titanum, Amorphophallus gigas, Amorphophallus paoeniifolius, Amorphophallus variabilis.

Bunga bangkai termasuk puspa yang dilindungi menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara
Kategori:Warga Bertuah, Lingkungan, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww