Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
52 menit yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR: Sumpah Pemuda 1928 Relevan sampai Kapanpun

MPR: Sumpah Pemuda 1928 Relevan sampai Kapanpun
(Foto: Ist.)
Minggu, 25 Oktober 2020 15:36 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menyatakan, pesan sumpah pemuda yang merupakan hasil kongres II Pemuda 1928 silam masih relevan hingga saat ini.

"Sampai kapanpun," tandas Politisi PKB yang akrab disapa Gus Jazil itu, Minggu (25/10/2020).

Semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda, menurut Gus Jazil, perlu terus dirawat, dilestarikan, dan diserukan. Hal ini penting karena sebagai bangsa kepulauan yang besar, kata Gus Jazil, "Potensi-potensi disintgerasi bangsa itu ada,".

Selain isi, proses lahirnya Sumpah Pemuda, menurut Gus Jazil, juga harus menjadi pembelajaran yang nilainya terus diaplikasikan oleh segenapa pemuda-pemudi bangsa.

Pemuda-Pemudi Indonesia yang terlibat dalam proses Kongres 28 Oktober 1928 itu, kenang Gus Jazil, adalah generasi muda terdidik yang berasal dari berbagai suku, agama, dan bahasa, yang peduli terhadap masa depan bangsanya.

"Meski mereka dari kalangan yang mapan, bisa sekolah di STOVIA, sekolah kedokteran yang elit pada masa itu; dan sekolah yang lainnya, mereka tetap ingin bangsa ini lepas dari penjajahan. Di tengah kesibukan belajar tetap memikirkan bangsanya," tuturnya.

"Pikiran mereka sangat cerdas. Melepas keragaman untuk Indonesia," pungkas Gus Jazil.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, GoNews Group
wwwwww