Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
7 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
7 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kemendes Instruksikan Kepala Desa Antisipasi Bencana

Kemendes Instruksikan Kepala Desa Antisipasi Bencana
Ilustrasi La Nina. (Gambar: Ist.)
Senin, 19 Oktober 2020 12:57 WIB
JAKRTA - Kementerian Desa PDTT telah menyurati seluruh kepala desa untuk mendata warga di lokasi rawan bencana, menyediakan ruang pengungsian, menggunakan dana desa melalui padat karya antisipasi bencana, dan melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Kapusdatin Kementerian Desa PDTT, Ivanovich Agusta pada Senin (19/10/2020) mengatakan, Dana desa dapat digunakan untuk mengantisipasi bencana angin kencang, banjir dan longsor.

"Antisipasi perlu segera dijalankan desa karena bersamaan dengan dimulainya musim hujan sejak September 2020, La Lina yang membawa udara basah juga menuju Indonesia,," kata Ivanovich.

Ivanovich mengemukan, saat ini jumlah desa yang siap mitigasi bencana masih lebih rendah dibandingkan jumlah desa rawan bencana. Selama setahun terakhir, 3.138 desa mengalami terjangan angin kencang, 9.901 desa dilanda banjir, 4.971 desa mengalami longsor. Namun, sistem peringatan dini bencana alam baru terdapat di 4.547 desa, dan kesiapan peralatan di 1.788 desa.

Karenanya, lanjut Ivanovich, kementeriannya aktif menghubungi kepala desa yang lokasinya mendapat peringatan dini dari BMKG.

Melalui Tim Sapa Desa, kata Ivanovich, data teknis dari BMKG diolah setiap hari menjadi informasi yang berguna bagi kepala desa dan pendamping.

"Penyebaran informasi dini yang sederhana dan mudah dimengerti, serta kegiatan antisipasi di desa diharapkan menurunkan korban bencana di pelosok desa. Yang penting juga dijaga agar dampak kerusakan bencana hidrometeorologi bagi penghidupan lokal tidak besar," kata Ivanovich.***.

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Kampus, GoNews Group
wwwwww