Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kulim

Polisi: Ricuh Unjuk rasa UU Cipta Kerja di Padang Spontanitas

Polisi: Ricuh Unjuk rasa UU Cipta Kerja di Padang Spontanitas
Direktur Kriminal Reserse Umum Polda Sumbar Kombes Pol Imam Kabut Sariadi (kanan) melaporkan kondisi pengamanan aksi unjuk rasa kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto yang melakukan patroli bersepeda di Kota Padang pada Kamis (antara/mario sofia nasution)
Jum'at, 16 Oktober 2020 13:09 WIB
PADANG - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Barar Kombes Pol Imam Kabut Sariadi menyebutkan ricuh saat unjuk rasa UU Cipta Kerja di DPRD Sumbar beberapa waktu lalu merupakan aksi spontan dari oknum pelajar dan penganggur yang melakukan pelemparan batu kepada petugas pengamanan aksi.

"Kita sudah dalami aksi tersebut dan mengamankan ratusan orang untuk diperiksa dan kita pulangkan kembali kepada keluarga masing-masing," kata dia di Padang, Jumat (16/10/2020).

Menurut dia memang ada pemberitahuan di grup media sosial yang ada di telepon pintar para oknum pelajar dan penganggur tersebut, namun tidak ada ajakan menyerang dan lainnya. ''Aksi ini tidak terkoordinir mereka dengan spontan melakukan aksi tersebut,'' kata dia.

Terkait dengan adanya dugaan aksi tersebut dibayar dan difasilitasi, pihak kepolisian mengatakan belum dapat membuktikan hal tersebut hingga saat ini.

Ia mengatakan langkah spontan ini karena oknum pelajar dan penganggur yang ingin ikut-ikutan saja dalam unjuk rasa tersebut.

Sementara itu adanya langkah pengamanan dengan mengamankan ratusan orang dan dibawa ke Mako Brimob Polda Sumbar, ia menjelaskan hal itu adalah langkah pencegahan yang dilakukan petugas kepolisian.

Menurut dia sejumlah orang yang diamankan di sekitar lokasi unjuk rasa yang dicurigai tidak ada kepentingan dengan unjuk rasa di DPRD Sumbar.

"Kita amankan mereka dan diminta keterangan lalu kita pulangkan kepada keluarga. Ini langkah yang kita ambil untuk mencegah ada aksi kericuhan yang lebih besar," tutur dia.

Sebelumnya kepolisian mengamankan sebanyak 252 orang yang diduga merusuh saat unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung tiga hari berturut-turut di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan dari tiga hari unjuk rasa itu ada 252 orang yang diamankan karena diduga menjadi perusuh. Jumlah tersebut dengan rincian 84 orang diamankan pada Kamis (9/10), dan 168 orang pada Jumat (10/10).

Ia menyebutkan untuk 84 orang yang diamankan pada Kamis diproses di Kantor Polresta Padang, dan telah dipulangkan pada Jumat.

Sementara 168 orang yang diamankan pada Jumat di Mako Brimob Polda Sumbar, sementara proses dan pemeriksaan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar.

Dari 168 orang itu 163 orang adalah laki-laki, sementara lima orang lainnya adalah wanita. Selain itu polisi juga mengamankan 53 unit sepeda motor, 85 unit handphone, dan satu unit kamera.

Massa itu juga dipulangkan dengan catatan diambil data, dibina, membuat pernyataan, serta dijemput oleh orang tua.

Mereka yang diamankan itu mayoritas adalah remaja, pelajar, dan warga umum yang berbeda barisan dengan rombongan mahasiswa.

Pada bagian lain, secara umum kepolisian menyatakan unjuk rasa yang terjadi selama tiga hari berturut-turut mulai dari Kamis (8/10)-Sabtu (10/10).

"Alhamdulilah aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa serta kelompok lainnya selama tiga hari berturut-turut berlangsung kondusif," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara
Kategori:Kulim, Binawidya, Warga Bertuah
wwwwww