Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Parlemen

Pelajar yang Ikut Demo Omnibus Law akan Sulit Cari Kerja, Ini Penjelasannya

Pelajar yang Ikut Demo Omnibus Law akan Sulit Cari Kerja, Ini Penjelasannya
Aksi pelajar saat ikut demo. (NusantaraTv)
Rabu, 14 Oktober 2020 20:10 WIB
JAKARTA - Puluhan pelajar di wilayah Tangerang, Banten yang terjaring razia polisi saat akan ikut demo menolak Omnibus Law diperkirakakan akan sulit mendapatkan pekerjaan karena tindakan mereka dimuat di Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

''Mereka ini akan kami data, dan masuk dalam catatan kepolisian. Dimana, hal ini akan susah membuat kalian (pelajar) untuk mendapatkan kerja atau melanjutkan pendidikan," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto, Selasa, (13/10/2020).

Seperti diketahui, di Kota Tangerang, ada 86 pelajar dari SMA dan STM yang diamankan saat akan pergi ke Jakarta untuk ikut demo.

Sementara di wilayah Kabupaten Tangerang, polisi mengamankan 25 pelajar yang juga akan ikut demo menolak Omnibus Law. Polisi menemukan barang bukti sejumlah kayu, bambu dan batu yang diduga akan digunakan untuk membuat kerusuhan saat demo.

"Perlu diingat, adik-adik yang diamankan, kami catat di catatan kepolisian. Karena nanti apabila tercatat, itu akan terbawa terus. Kalau untuk melamar pekerjaan, meneruskan sekolah. Ada catatan khusus yang akan kami sampaikan,'' tutur Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary.

Ade mengingatkan, para pelajar yang diamankan akan dicatat identitasnya. Nantinya, kata Ade, catatan itu akan dituangkan saat para pelajar itu membuat SKCK.

Ade juga meminta agar orang tua meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya, sebab, para pelajar yang diamankan juga tidak meminta izin kepada orang tua.

"Kami minta para orang tua untuk meningkatkan pengawasannya, agar hal ini tidak terjadi lagi," ungkapnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:KUMPARAN.COM
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww