Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Pengamat Curiga Korban Covid-19 Sengaja Diperbanyak oleh Oknum yang Mengambil Keuntungan

Pengamat Curiga Korban Covid-19 Sengaja Diperbanyak oleh Oknum yang Mengambil Keuntungan
Ilustrasi. (Net)
Senin, 05 Oktober 2020 15:37 WIB
JAKARTA - Penunjukan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk menangani Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo diduga sebagai kesengajaan agar angka penyebarannya semakin tinggi.

Begitu dugaan yang disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam lantaran hingga dua pekan, angka kasus Covid-19 semakin tinggi sejak ditangani oleh Luhut.

Ia menilai kesengajaan tersebut terkait dengan oknum-oknum yang diuntungkan "Mafia Anggaran".

"Terkait penanganan Covid-19 oleh Luhut yang belum ada perkembangan berarti, saya justru curiga terhadap adanya dugaan keinginan Covid-19 memang sengaja korbannya semakin diperbanyak, dengan cara memperbanyak data positif maupun korban meninggal makin tak terbendung sehingga ada oknum yang mendapat keuntungan atas itu," ujar Saiful Anam seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/10).

Karena kata Saiful, ketika kasus penyebaran Covid-19 semakin tinggi, maka anggaran maupun kucuran uang negara terus bertambah.

"Saya menduga ada orang-orang yang dekat kekuasaan atau Istana sengaja ingin angka penyebaran Covid-19 makin tinggi, sehingga anggaran maupun kucuran uang negara terus bertambah. Bukan tidak mungkin justru hal tersebut ada di lingkaran kekuasaan ataupun sangat dekat dengan Presiden, sehingga ia dapat dengan aman bersembunyi di bawah kekuasaan," jelasnya.

Ketika kasus Covid-19 semakin meningkat sambung Saiful, akan semakin menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam hal suplai alat-alat kesehatan maupun dalam rangka penyediaan alat-alat kesehatan.

"Ini kan bisa dikatakan bukan tidak mungkin ada yang memang terdapat jaringan internasional yang memang diuntungkan dengan adanya Covid-19 ini, termasuk Indonesia, bukan tidak mungkin orang itu juga berada disekitar presiden," katanya.

"Untuk itu Presiden Jokowi mesti hati-hati menunjuk tim dalam penanganan Covid-19 ini. Karena kita tidak tau mana yang benar-benar ingin memberantas Covid-19, mana yang justru ingin Covid-19 justru makin menggila di Indonesia," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Kesehatan
wwwwww