Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
4 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
6 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
3 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
5 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Cendekia

Polisi: Mahasiswa Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang Sehat, Tidak Depresi

Polisi: Mahasiswa Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang Sehat, Tidak Depresi
Lokasi sasaran Vandalisme. (Istimewa)
Rabu, 30 September 2020 15:21 WIB
TANGERANG - Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Ade Ary Sam Indardi mengatakan Satria, 18 tahun, pelaku corat-coret Musala Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya Kecamatan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang tidak dalam keadaan depresi dan sehat secara kejiwaan.

"Normal ngobrol, bisa menjawab, dan diskusi," kata Ade Ary di Pasar Kemis, Selasa malam, 29 September 2020.

Ade Ary juga membantah kabar bahwa mahasiswa universitas swasta di Jakarta itu sedang depresi. "Sehat, saya ajak ngobrol bisa. Saya tanya sehat, dia bilang sehat."

Menurut Ade, motif sementara Satria melakukan aksi vandalisme itu berdasarkan keyakinan yang dipelajari melalui Youtube. "Dia meyakini apa yang dilakukan itu benar."

Polisi sedang menyelidiki kemungkinan adanya orang lain yang teribat dalam coret-coret musala itu.

Polisi menangkap Satrio setelah beberapa jam mencoret-coret dinding tembok dan lantai musala dengan cat hitam. Tulisannya, “saya kafir, anti Islam, anti khilafah, tidak ridho'. "

Coretan-coretan itu diketahui saat Rifki Hermawan, 18 tahun, warga setempat hendak adan Asar dan mendapati musala acak-acakan. Selain coretan di dinding dan lantai, Rizki juga menemukan sobekan lembaran Alquran dan sajadah digunting.

Karena kondisi musala seperti itu, Rizki urung azan dan melapor kepada Samsu Firman, 49 tahun, dan Suhadi, 48 tahun. Bertiga mereka membawa barang sobekan lembar Alquran dan guntingan sajadah. Tak berapa lama petugas Polsek Pasar Kemis datang, kemudian musala dibersihkan sehingga salat Magrib bisa dilaksanakan.

Ade mengatakan pelaku ditangkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang melihat pelaku keluar dari musala, barang bukti seperti cat, kantong kresek, lukisan, sajadah dan alquran. Serta pengakuan pelaku sendiri ketika diperiksa penyidik. "Kami menerima laporan warga pukul 16.00 dan pukul 19.30 pelaku ditangkap."***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tempo.co
Kategori:Warga Bertuah, Cendekia
wwwwww