Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
6 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
6 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
7 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
8 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

TPS Keliling Riskan Kecurangan, DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang

TPS Keliling Riskan Kecurangan, DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin (kedua kanan) saat menerima kunjungan Duta Besaslr Perancis, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist.)
Jum'at, 25 September 2020 20:27 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin, meminta Pemerintah untuk mengkaji ulang wacana pemungutan suara secara keliling. Model ini, akan membutuhkan banyak biaya dan resiko kecurangan yang tinggi.

Secara geografis, kata Aziz kepada wartawan, Jumat (25/9/2020), bagaimana TPS keliling bisa dilakukan efektif di wilayah Indonesia Timur dan Indonesia Tengah seperti Papua dan NTT, NTB dan Sulawesi

"Tentu memiliki wilayah kepulauan dan pegunungan, pastinya jalur yang ditempuh cukup sulit dan memakan waktu berhari hari," Kata Aziz.

Politisi muda Partai Golkar itu menilai, TPS ataupun pemungutan suara keliling tentunya akan memakan biaya yang cukup besar dan rentan akan terjadinya kecurangan.

"Bagaimana kita dapat mengawasi secara pemilihan secara keliling. Hal ini sangat memungkinkan terjadinya kecurangan nantinya," tegasnya.

Lain dari itu, demi menjamin suara pemilih bisa terjaring optimal di masa pandemi yang ketat akan penerapan protokol kesehatan, Aziz berpendapat, agar waktu pemungutan suara dapat diperpanjang sampai jam 17.00 waktu setempat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww