Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
7 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
7 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
9 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya

Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Polisi meminta keterangan dari Fitri (30), pelaku penganiayaan imam masjid di Pinrang. (inews/ichsan anshari).
Jum'at, 25 September 2020 09:02 WIB

PINRANG - Asgan (47), mengalami luka lebam di punggung, kepala dan bengkak di jari tangannya, setelah dipukul seorang wanita, Fitri (30), menggunakan balok.

Peristiwa tersebut terjadi saat Asgan memimpin shalat Zuhur berjamaah di Masjid Nurul Huda Batri, Desa Kaballangan, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (22/9/2020) siang.

Kanit Reskrim Polsek Duampanua, Ipda Suharman mengatakan, usai menyerang korban, pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor polisi.

Suharman mengatakan, pelaku memukul korban karena merasa jengkel sebab korban menjadi penghulu dan menikahkan suaminya.

''Jadi pelaku ini jengkel dan emosinya tidak bisa ditahan lagi, sehingga menyerang korban yang sedang memimpin shalat Zuhur," kata Suharman, Kamis (24/9/2020).

Kasus penganiayaan ini sedang dimediasi kepala desa. Korban dan pelaku serta suaminya telah dimintai keterangan. Dia berharap kasus ini bisa diselesaikan secara damai.

''Kabarnya sudah dimintai keterangan tertutup,'' ujar dia.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww