Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
24 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
16 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
13 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kebakaran Kejagung, Praktisi Hukum Peradi: Patut Diduga ada Konspirasi Menghilangkan Barbuk

Kebakaran Kejagung, Praktisi Hukum Peradi: Patut Diduga ada Konspirasi Menghilangkan Barbuk
Praktisi Hukum Peradi, Servasius Serbaya Manek. (Foto: Zul/GoNews.co)
Senin, 24 Agustus 2020 17:54 WIB

JAKARTA - Praktisi Hukum Peradi, Servasius Serbaya Manek, meminta Presiden Joko Widodo yang membawahi langsung Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera membentuk tim independen guna mengaudit perkara-perkara besar yang sedang ditangani Kejagung.

Kebakaran yang melalap Gedung Kejagung pada Sabtu (22/8/2020), menurut Manek, tak bisa dilihat semata-semata sebagai force majeure, meskipun betul bahwa kelemahan mitigasi bencana dari manajemen gedung perlu diperhatikan.K

"Kasus Jiwasraya, Kasus Djoko Tjandra, karena kasus Djoko Tjandra sendiri yang terkait dengan itu banyak. Dan kasus dugaan penggelapan pajak oleh korporasi tertentu," kata Manek kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Manek menegaskan, "patut diduga ada konspirasi menghilangkan barang bukti," dari kasus yang tengah berproses di Kejagung.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Cendekia, Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww