Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
14 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
13 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ingatkan Banser, MUI: Anda Sok Kuasa! Jaga Adab, Tidak Boleh Kyai Dibentak-bentak

Ingatkan Banser, MUI: Anda Sok Kuasa! Jaga Adab, Tidak Boleh Kyai Dibentak-bentak
Minggu, 23 Agustus 2020 21:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kasus penggerudukan yang dilakukan Banser Ansor ke salah satu lembaga pendidikan di Rembang, Pasuruan, Jawa Timur mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Wakil Sekjen MUI, Nadjamuddin Ramli mengingatkan kepada Banser Ansor untuk menjaga adab terhadap Ulama.

"Adinda tidak boleh seperti itu. Membentak-bentak Kyai itu bahkan polisi pun tidak boleh melakukan. Jadi ada adab. Tidak boleh anak-anak muda melakukan seperti itu kepada orang tua apalagi kepada Kyai. Anda sok kuasa, tidak boleh ini, tidak boleh itu. Di negeri ini ada piranti hukum, ada kekuasaan Yudikatif, yang perlu kita hormati," kata Wakil Sekjen MUI Nadjamuddin Ramli di acara Kabar Petang TVone, Sabtu (22/8/2020).

Sebelumnya viral video puluhan anggota Banser Ansor yang menggeruduk lembaga pendidikan di Rembang yang dituding menyebarkan Khilafah dan menjadi sarang HTI.
Dalam video itu Saad Muafi, Ketua PC Anshor Bangil yang juga Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, membentak-bentak Ustadz Zainulloh atas tudingan menyebarkan Khilafah.

Terkait Khilafah yang dipersoalkan Banser Ansor, Wakil Sekjen MUI Nadjamuddin Ramli juga menjelaskan bahwa Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam, jangan disamakan dengan PKI.

"Saya kira dengan dibubarkannya HTI, Khilafah tidak menjadi sesuatu yang dilarang untuk didiskusikan, karena Khilafah adalah bagian daripada perjalanan sejarah Islam, bagian daripada ajaran Islam," ujarnya.

Nadjamuddin menyampaikan khilafah adalah bagian dari ajaran Islam dan telah diajarkan di sekolah-sekolah, seperti Diniyyah, Madrasah Ibtidaiyyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

"Bagi Islam kekhilafahan dan Khilafah itu memang patut diketahui oleh umat Islam seluruh dunia karena itu bagian dari sejarah Islam," ucapnya.

"Oleh karena itu, bicara tentang Khilafah tidak sama dengan komunisme. Ini jangan sampai salah paham. Jadi penegak hukum dan penguasa yang diberi amanah untuk menjadi pemerintah, kalau khilafah sistem pemerintahan Islam dan nama penguasanya atau al-imam adalah khalifah. Itu semuanya harus paham bagian daripada substansi ajaran Islam dan bagian dari sejarah Islam yang tidak sama dengan PKI, tidak sama dengan komunisme," ujarnya.***

wwwwww