Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
2 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
1 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Parlemen

Ziarah ke Makam Para Wali dan Raja Madura, Gus Jazil: Mereka Memberi Tauladan Cinta NKRI

Ziarah ke Makam Para Wali dan Raja Madura, Gus Jazil: Mereka Memberi Tauladan Cinta NKRI
Kamis, 20 Agustus 2020 18:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SUMENEP - Pulau Madura tidak hanya kaya dengan sumber daya alam dan budaya. Di pulau yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur itu juga bersemayam para penyebar agama Islam di Nusantara.

Sebagai ungkapan terima kasih atas syiar dan dakwah para penyebar agama Islam, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memanfatkan libur Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1442 Hijrah, untuk ziarah kubur dan napak tilas ke makam para penyebar agama Islam di Pulau Madura.

"Hari ini saya napak tilas dan ziarah kubur ke makam Waliyullah dan Raja-Raja Kesultanan Islam di Pulau Madura," ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil ini, Kamis (20/8/2020).

Makam pertama yang didatangi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu adalah makam Syaikhona Kholil Bangkalan.

Ia adalah ulama kharismatik. Para santri yang menimba ilmu padanya, menyebut Syaikhona Kholil sebagai Waliyullah. Dirinya disebut mempunyai karomah. 

"Cerita karomah yang dimiliki beliau diyakini oleh masyarakat Madura. Beliau juga masih ada pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati," ujarnya.

Selepas berziarah di Bangkalan, pria asal Pulau Bawean, Jawa Timur, itu melanjutkan napak tilasnya ke Pamekasan. Di kabupaten paling ramai di Pulau Madura, dirinya disambut Bupati Badruttaman dan Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar.

Di Pamekasan, Gus Jazil juga berziarah. Kali ini Ia ke makam Syech Abu Syamsuddin yang berada di Batu Ampar Barat, Proppo.

Sama seperti ulama di atas, Abu Syamsuddin juga masih mempunyai pertalian darah dengan Wali Songo serta memiliki karomah.

Selepas berada di Pamekasan, Gus Jazil melanjutkan napak tilasnya ke kabupaten yang berada di paling timur Madura, Sumenep. Di kabupaten yang kaya garam itu dirinya berziarah ke Asta Tinggi. Asta Tinggi yang berada di dataran tinggi Kebon Agung merupakan makam para Raja dan pejuang Islam.

Ziarah dan napak tilas ke Asta Tinggi hari itu sangata istimewa bagi Gus Jazil, sebab ia ditemani keturunan Keraton Sumenep, Fatah Yasin.

Makam ini menurut sejarah pernah hendak dihancurkan oleh tentara Inggris namun rencana itu mengalami kegagalan sebab bom yang diluncurkan, jauh meleset dari sasaran.

Dari napak tilas dan ziarah yang dilakukan kepada para Waliyullah dan Raja, Gus Jazil mengatakan Madura memberikan contoh kepada bangsa Indonesia untuk tetap guyup rukun dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Hal ini dibuktikan dengan perjuangan para Raja di Madura yang selalu mengedepankan gaya kepemimpinan sesuai dengan ajaran Islam yang 'Rahmatan lil alamin'," tegasnya.

Alumni PMII itu mengajak kepada semua untuk menggelorakan semangat Islam Rahmatan Lil Alamin, "Islam yang membangun peradaban, Islam yang membangun tradisi kebudayan," ujarnya. 

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengakui kedatangannya ke makam para ulama, raja, dan pejuang itu juga untuk 'ngalap barokah' atau mencari berkah. Sekaligus untuk mensyukuri Tahun Baru Islam," ujarnya.***

wwwwww