Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Parlemen

Jokowi Pakai Baju Adat Sabu, Pengamat: Terkesan Raja

Jokowi Pakai Baju Adat Sabu, Pengamat: Terkesan Raja
Jum'at, 14 Agustus 2020 15:04 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR-DPD dan Pidato Kenegaraan di Ruang Sidang Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat pagi (14/8/2020).

Presiden mengenakan corak dengan nuansa berwarna emas dan hitam untuk kemeja dan bawahan celana.

Tahun lalu, Presiden mengenakan setelan jas biru, dasi merah dan peci hitam saat berpidato di Sidang Tahunan MPR. Kemudian, saat Sidang Bersama DPR-DPD, Presiden Jokowi mengganti busananya dengan baju adat Sasak, Nusa Tenggara Barat (NTB) atau disebut pegon. Pakaian itu berwarna keemasan, dengan ikat kepala berwarna senada dan keris yang diselipkan kain songket atau disebut leang.

Pengamat mode sekaligus perancang busana Lisa Fitria, mengaku senang dengan gaya Jokowi yang selalu memberikan kejutan yang tak diduga. "Kali ini beliau memilih baju adat Sabu NTT. Ini salah satu upaya Presiden Jokowi untuk mengangkat busana daerah tertentu yang tadinya mungkin orang tidak tahu, lalu beliau memakainya, orang jadi tahu," kata Lisa Fitria, Jumat.

Baju adat Sabu pria biasanya terdiri dari kemeja putih berlengan panjang, dilengkapi selendang dan bawahan. Selendang yang digunakan berupa sarung tenun yang diselempangkan pada bagian bahu. Selain itu, ada ikat kepala yang terbuat dari emas kalung mutisalak, sabuk berkantong, dan perhiasan kalung dan gelang emas.

Presiden mengenakan kemeja hitam dengan modifikasi pada kain yang digunakan. Lisa tidak mempermasalahkan hal ini karena pemakaiannya sesuai pakem, membuat kharisma Pak Jokowi terlihat.

"Secara estetika desain, dengan dasar warna hitam (seperti yang dikenakan Pak Jokowi), lalu motif gold (pada kain), terlihat mewah. Kesan Raja, orang nomor satunya terasa. Dari segi fisik, bapak kan kurus, ini pemilihannya tepat. Cara memakainya juga tepat. Terlihat kharismanya. Gagah. Terlihat wah," ujar Lisa.

"Ini sudah dimodifikasi saya lihat, yang aslinya kan dari kain yang ditenun. Kalau ini saya lihat dibordir dengan warna kuning keemasan. Cara pakainya baju adatnya sudah sama, bentuk selendangnya diselempangkan di bahu, lalu memakai ikat kepala berbentuk mahkota tiga tiang dari emas, lalu kalung multisalak, sabuknya. Sesuai dengan pakem adatnya," imbuh dia.

Berbeda dengan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menggunakan setelan jas, peci hitam dan dasi berwarna merah, senada dengan busana yang dikenakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww