Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Kuliner

Korban Tewas Akibat Ledakan di Beirut Lebih 100 Orang, 4.000 Terluka

Korban Tewas Akibat Ledakan di Beirut Lebih 100 Orang, 4.000 Terluka
Asap mengepul di lokasi ledakan dahsyat di Kota Beirut, Lebanon. (okezone.com)
Rabu, 05 Agustus 2020 14:48 WIB
BEIRUT - Palang Merah Lebanon mengungkapkan jumlah korban tewas akibat ledakan dahsyat di Kota Beirut, telah lebih 100 orang dan lebih 4.000 lainnya menderita luka-luka.

Dikutip dari Okezone.com, tim penyelamat Lebanon pada Rabu (5/8/2020), masih menggali puing-puing bangunan untuk menemukan korban dari ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota Lebanon tersebut.

''Apa yang kita saksikan adalah bencana besar,'' kata kepala Palang Merah Lebanon George Kettani kepada media setempat sebagaimana dilansir BBC. ''Ada korban dan korban di mana-mana.''

''Lebih dari 100 orang kehilangan nyawa. Tim kami masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di daerah sekitarnya,'' demikian disampaikan Palang Merah Lebanon dalam sebuah pernyataan pada Rabu.

Ledakan tersebut meluluhlantakkan sebagian Kota Beirut, dengan gelombang kejut yang dihasilkan menyebabkan kerusakan yang lebih luas, bahkan mencapai daerah pinggiran kota.

Presiden Michel Aoun mengatakan 2.750 ton amonium nitrat telah disimpan secara tidak aman di gudang selama enam tahun menjadi pemicu ledakan tersebut. Amonium nitrat dilaporkan telah diturunkan dari kapal yang disita di pelabuhan pada 2013, dan kemudian disimpan di gudang di sana.

Namun, sejauh ini belum ada pengumuman resmi mengenai penyebab ledakan, dengan pejabat mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menemukan pemicu pasti bencana itu.

Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon mengatakan mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi ''hukuman maksimum'' yang mungkin dijatuhkan.

Presiden Aoun telah menjadwalkan pertemuan kabinet pada Rabu, dan mengatakan mendesak diumumkannya keadaan darurat selama dua pekan. Lebanon juga akan melangsungkan masa berkabung resmi selama tiga hari yang dimulai pada Rabu.

Dia juga mengumumkan bahwa pemerintah akan mengucurkan 100 miliar lira Lebanon dari dana darurat untuk mengatasi dampak ledakan.

Ledakan itu terjadi pada saat yang sensitif bagi Lebanon, dengan krisis ekonomi yang menghidupkan kembali perpecahan di saat negara itu juga berjuang menghadapi pandemi virus corona. Ketegangan juga tinggi menjelang putusan Jumat dalam persidangan atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri pada 2005.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Warga Bertuah, Kuliner
wwwwww