Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
10 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
13 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
10 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
7 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Marpoyan Damai

Unik, Warga Silayang Agam 'Dandani' Hewan Kurban Sebelum Disembelih

Unik, Warga Silayang Agam Dandani Hewan Kurban Sebelum Disembelih
Warga Silayang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, kabupaten Agam, mendandani hewan kurban yang akan dipotong, Sabtu (1/8). (Antara/Ari Yusrizal)
Sabtu, 01 Agustus 2020 16:07 WIB
LUBUK BASUNG - Warga Silayang Tinggi, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mendandani seluruh hewan kurban sebelum disembelih saat Idul Adha 1441 Hijriyah.

Imam Masjid Al Huda Silayang, Darmasyah di Lubukbasung, Sabtu (1/8/2020) mengatakan, sapi dan kambing itu disisir, diberi bedak, pewangi, kain putih di perut, diberi makan yang enak dan lainnya.

''Peralatan dandan beserta makanan itu dibawa dengan jamba atau tempat membawa makan-makanan khas Minangkabau,'' katanya.

Ia mengatakan sapi dan kambing itu didandani oleh para peserta kurban agar hewan kurban tersebut menjadi bersih.

Ini menunjukkan rasa ikhlas dan pengorbanan dari para peserta karena apa yang dikorbankan harus bersih.

''Ini juga bentuk kasih sayang kepada Nabi Ismail,'' katanya.

Tokoh Adat Silayang, Yanto Dt Basa menambahkan mendandani hewan kurban itu merupakan tradisi turun temurun semenjak ratusan tahun lalu dari masyarakat setempat.

''Kita masih mempertahankan tradisi ninik moyang saat zaman serba digital ini. Biasanya setelah selesai memotong sapi, diadakan makan bersama di Masjid Al Huda,'' katanya.

Ia menambahkan, jumlah pemotongan hewan kurban di Silayang, Nagari Lubukbasung 10 ekor yang berasal dari sapi tujuh ekor dan kambing tiga ekor.

Pemotongan 10 ekor hewan kurban itu dilakukan di tiga titik dengan prosesi yang sama.

''Pemotongan hewan kurban itu ada dilakukan pada Jumat (31/7), Sabtu (1/8) dan Minggu (2/8),'' tututpnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww