Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Plasenta Bayi Tak Keluar Ketika Melahirkan di Pustu, Ibu di Sumbar Wafat di Mobil Bak Terbuka Saat Dibawa ke RS

Plasenta Bayi Tak Keluar Ketika Melahirkan di Pustu, Ibu di Sumbar Wafat di Mobil Bak Terbuka Saat Dibawa ke RS
Wanita berinisial AW dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil bak terbuka. (suara.com)
Minggu, 19 Juli 2020 08:32 WIB
PADANG - Seorang ibu wafat dalam bak terbuka saat dalam perjalanan menuju rumah sakit (RS). Peristiwa memilukan ini terjadi di Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

Dikutip dari Suara.com, perempuan berinisial AW berusia 32 tahun itu dilarikan ke rumah sakit setelah melahirkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Jorong Sikilang, Kecamatan Sungai Aur.

''Nyawa saudari kami, AW, tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di atas pikap, dalam perjalanan ke rumah sakit. Sebab jalan dari Jorong Sikilang menuju Nagari Sasak begitu parah sehingga mobil tidak bisa melaju cepat,'' kata salah seorang keluarga korban, Nedi, seperti dilansir dari Covesia.com-jaringan Suara.com pada Sabtu (18/7/2020).

AW meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan medis lantaran akses jalan menuju rumah sakit sangat buruk.

Neldi mengatakan, usai melahirkan bayinya di Pustu, AW harus mendapat perawatan di rumah sakit, karena plasenta bayinya tidak keluar.

''Peralatan medis di Pustu Jorong Sikilang tidak memadai, ambulans pun tidak ada, sehingga harus dibawa menggunakan pikap milik warga ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis,'' katanya.

Akses jalan sepanjang lebih 40 kilometer yang harus dilalui berupa perpaduan bebatuan dan pasir dengan kondisi memprihatinkan dari Jorong Sikilang melewati Jorong Maligi menuju jalan aspal Sasak-Simpang Empat. Akibat sulitnya akses, waktu tempuh memakan waktu lebih dari dua jam.

Menurut Nedi, kejadian tragis seperti itu sudah beberapa kali terjadi.

''Sudah beberapa orang warga, termasuk ibu hamil, terpaksa harus meregang nyawa di perjalanan. Bahkan ada yang melahirkan di perjalanan,'' ungkap Nedi.

Nedi berharap, pemerintah benar-benar memperhatikan masyarakat yang bermukim di pinggir pantai. Kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat yang sakit tidak bisa segera mendapat perawatan medis.

Dikemukakan Nedi, kondisi jalan makin parah saat musim hujan. Jalan akan terlihat mirip sungai.

''Jorong Sikilang masih terisolir. Apalagi hingga kini belum ada akses jalan yang layak, selain memanfaatkan jalan yang dibuat perkebunan sawit milik perusahaan,'' terangnya.

Menurutnya, kepedulian pemerintah terhadap ratusan keluarga masyarakat Jorong Sikilang nyaris tidak ada.

''Pemerintah terkesan tidak peduli dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda rencana untuk membangun akses jalan ke kampung kami,'' sambungnya.

Sementara itu sopir mobil pikap, Wazir (45), yang mengangkut korban mengatakan, kondisi jalan memang sangat parah, sehingga kendaraan tidak bisa melaju agak kencang.

''Kasihan tiga anaknya masih kecil-kecil sudah menjadi piatu,'' ungkapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Warga Bertuah, Kabar Bertuah
wwwwww