Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kisah Inspiratif Dibalik Sosok Pengusaha Mie Ayam Berbayar Seikhlasnya

Kisah Inspiratif Dibalik Sosok Pengusaha Mie Ayam Berbayar Seikhlasnya
Restoran Mie Ayam Marta di lantai dasar Lotte Mart Fatmawati, Jakarta Selatan, sediakan mie ayam dengan bayaran seikhlasnya, Sabtu (18/7/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/am.
Minggu, 19 Juli 2020 08:18 WIB
JAKARTA - Seorang ibu menjadi sosok kuat dibalik aksi sosial Mie Ayam Marta berbayar seikhlasnya yang viral akhir-akhir ini. Marta adalah nama ibu dari Restu Zulfikar (26). Restu memiliki gerai mie ayam untuk kegiatan sosial membantu ibu-ibu kepala keluarga.

"Karena saya anak tunggal dari orang tua tunggal," kata Restur Zulfikar kepada Antara saat ditemui di gerainya di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Restu menyebutkan, sejak kecil sudah merasakan hidup sebagai anak dari seorang ibu yang sekaligus kepala keluarga.

Dia membantu ibunya berjualan di kawasan Blok M sekitar tahun 2016-2017. Dari pengalaman tersebut, Restu ingin memberdayakan ibu-ibu kepala keluarga lewat donasi yang dikumpulkannya dari mi ayam berbayar seikhlasnya.

"Dalam hati saya pernah berkata, kalau sukses nanti saya ingin hidup membantu orang lain," kata Restu.

Kehidupan susah di masa kecil mengajarkan Restu untuk berbagi dan membantu sesama. Kesusahan yang dirasakannya bahkan pernah membeli sepotong ayam dimakan untuk dua hari.

Sementara sang ibu selalu mengajarkan nilai-nilai berbagi kepada Restu, hingga membuatnya selalu tergerak untuk berbagi dengan sesama.

Jauh sebelum usaha mi ayam berbayar seikhlasnya, Restu sudah mendonasikan 20 persen pendapatan dari usaha restoran Korea yang sudah dikelolanya sejak satu tahun dua bulan.

Tujuan Restu hanya satu. Walaupun dalam usaha perlu memikirkan keuntungan, tapi ia juga ingin setiap usaha yang dimilikinya punya manfaat untuk orang lain.

"Saya ingin jadi kapitalis yang bermartabat," kata Restu.

Cuitan Restu di akun twitternya tentang usaha mi ayam berbayar seikhlasnya viral di media sosial.

GoRiau Restu Zulfikar (26) pemilik Mi
Restu Zulfikar (26) pemilik Mie Ayam Marta berbayar seikhlasnya bersama ibunya, Marta (55) di depan gerainya di lantai dasar Lotte Mart Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Kini Mie Ayam Marta yang terletak di lantai dasar Lotte Mart Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan, menjadi incaran warganet yang penasaran dengan rasa dan kisah hidup pemiliknya.

Restu memiliki lima lini usaha, selain sebagai pemilik tiga restoran, yakni Nami Drill, Gudeg Marta dan Mie Ayam Marta serta aneka jus. Pria kelahiran Pontianak ini juga seorang distributor daging serta gula merah.

Selain mendonasikan 20 persen pendapatan dari usaha restorannya, Restu juga memperkerjakan karyawan yang putus sekolah serta memberdayakan ibu-ibu kepala keluarga di sekitar tempat tinggalnya.

Begitu pula dengan uang donasi dari mi ayam berbayar seikhlasnya dialokasikan untuk pemberdayaan ibu kepala keluarga, kaum dhuafa dan memberikan pelatihan kepada anak putus sekolah.

Marta (55), sang ibu mengatakan bahwa sejak kecil telah mendidik anaknya nilai-nilai kehidupan seperti menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dengan saling berbuat baik dan berbagi.

Marta bercerita "Saya pernah ajarkan dia untuk memilih, saat saya kasih duit, dia bisa pilih membeli es krim atau membeli kue dari seorang pedagang yang sudah tua".

"Anak saya memilih membeli kue milik penjual tua itu," kata Marta. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Uncategories
wwwwww