Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
23 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
22 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
13 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
4
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
14 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
5
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
14 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia
Selasa, 14 Juli 2020 20:46 WIB
JAKARTA - Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Terbaru, banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/7), pukul 19.00 waktu setempat.

Lebih dari empat ribu keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor, sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

"Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).

Data sementara Tim SAR gabungan di bawah kendali Basarnas sore ini mencatat 10 meninggal dunia, 10 warga berhasil diselamatkan dan 46 lainnya masih dalam pencarian. "Kesepuluh korban luka-luka tersebut dirujuk ke RSUD Masamba," jelasnya.

Adapun banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap.

Saat ini, lanjutnya, jaringan listrik masih dilakukan perbaikan oleh pihak PLN. BPBD setempat pun bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan.

Dari informasi yang didapat Pusdalops BNPB, jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak. Personel di lapangan harus memutar sejauh 10 km dalam mengakses lokasi terdampak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.co
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww