Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
13 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
12 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Epidemiolog UI Sarankan Anies Libatkan Rhoma Irama Tangani Virus Corona, Ini Alasannya

Epidemiolog UI Sarankan Anies Libatkan Rhoma Irama Tangani Virus Corona, Ini Alasannya
Raja Dangdut Rhoma Irama. (int)
Senin, 13 Juli 2020 22:30 WIB
JAKARTA - Epidemiolog (ahli virus) dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melibatkan Raja Dangdut Rhoma Irama dalam menangani pandemi virus corona, khususnya dalam menyadarkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Dikutip dari Tempo.co, menurut Pandu, pesan pemerintah untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan sepertinya belum sampai secara maksimal kepada masyarakat, karena pemerintah perlu melibatkan pigur yang berpengaruh di mata publik.

''Angka kepatuhan warga DKI yang menjadi indikator kesehatan publik masih sangat rendah. Bahkan, masih berada di bawah 50 persen,'' kata Pandu saat dihubungi, Senin (13/7/2020).

Dituturkan Pandu, pengaruh publik figur hingga tokoh ulama sangat diperlukan untuk menjalin komunikasi kepada masyarakat, terutama pada kelangan bawah. Pemerintahan bisa memanfaatkan pengaruh publik figur itu mengampanyekan protokol kesehatan agar lebih efektif.

''Banyak orang berpengaruh yang didengar masyarakat, seperti Mamah Dedeh, Ustaz Abdul Shomad sampai Aa Gym. Manfaatkan mereka,'' ujarnya.

''Jadi, pemuka agama itu yang diajak mensosialisasikan protokol kesehatan. Gubernur kan sangat dekat dengan pemuka agama,'' sambungnya.

Pandu menyarankan Anies melibatkan Rhoma Irama membantu pemerintah mengampanyekan protokol kesehatan, sebab pengaruh Rhoma sangat besar di kalangan masyarakat kelas menengah.

''Pasang foto Rhoma Irama pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak, pasti akan sangat membantu,'' ucapnya.

Pandu yakin rendahnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan bisa diketuk dengan melibatkan tokoh publik.

Selama ini, kata Pandu, penularan wabah terus meroket dan sulit dikendalikan karena ketidakdisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, rasio positif virus corona di Ibu Kota, kini telah naik dua kali lipat menjadi 10,5 persen. Selain itu, pemerintah juga mengumumkan rekor tertinggi baru penularan Covid-19 sebanyak 404 kasus pada Ahad, 12 Juli 2020. ''Artinya penularan masih sangat tinggi,'' ujarnya.

Menurut dia, jika masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan, maka wabah ini bakal lebih cepat dikendalikan. ''Sejauh ini untuk tracing dan testing sudah cukup baik, meski masih harus terus ditingkatkan. Yang manjadi masalah hanya prilaku warganya untuk kondisi di Jakarta,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:GoNews Group, Kampus, Kesehatan
wwwwww