Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Corona Makin Ganas di AS, 63.643 Kasus Baru dan 774 Orang Tewas dalam Sehari

Corona Makin Ganas di AS, 63.643 Kasus Baru dan 774 Orang Tewas dalam Sehari
Warga di New York, AS, tidak menggunakan masker di tempat umum. (tirto.id)
Sabtu, 11 Juli 2020 11:23 WIB
NEW YORK - Amerika Serikat semakin tak berdaya cegah penyebaran virus corona. Virus mematikan tersebut bahkan semakin mengganas di Negeri Paman Sam itu. Buktinya, dalam 24 jam terakhir, tercatat 63.643 kasus baru Covid-19 di AS.

Dikutip dari detikcom yang melansir kantor berita AFP, Sabtu (11/7/2020), demikian menurut data penghitungan yang dilakukan Universitas Johns Hopkins. Berdasarkan data yang dikumpulkan universitas yang berbasis di Baltimore, AS itu, hingga Jumat (10/7) pukul 20.30 waktu setempat, tercatat 774 orang meninggal karena Covid-19 di negara itu dalam waktu 24 jam terakhir.

AS masih menjadi negara yang paling terpukul di dunia oleh pandemi corona. Hingga kini, AS telah mencatat total 133.969 kematian dari 3,18 juta kasus terinfeksi corona.

Sebelumnya pada Kamis (9/7) waktu setempat, AS mencatat lonjakan rekor dalam kasus harian, dengan 65.551 kasus infeksi baru dalam waktu 24 jam. Para ahli khawatir akan ada lonjakan kematian.

Dalam beberapa hari terakhir, negara bagian Texas dan Florida melaporkan rekor jumlah kematian akibat virus ini.

''Sebagai sebuah negara, ketika Anda membandingkan kita dengan negara-negara lain, saya tidak berpikir Anda bisa mengatakan kita baik-baik saja,'' kata pakar penyakit menular Anthony Fauci kepada situs analisis politik FiveThirtyEight.

Presiden Donald Trump secara terpisah mengecam pernyataan ilmuwan terkemuka itu. ''Dr Fauci adalah pria yang baik, tetapi dia membuat banyak kesalahan,'' cetus Trump.

Trump yang terus meremehkan lonjakan dalam kasus-kasus Corona di AS, melakukan perjalanan ke hotspot virus corona, Miami pada hari Jumat (10/7) untuk penggalangan dana kampanyenya dan acara lainnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Kuliner, Kesehatan
wwwwww