Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
2 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
2 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Riau

Bank Nagari Simpang Empat Fasiitasi Pinjaman dengan Selektif

Bank Nagari Simpang Empat Fasiitasi Pinjaman dengan Selektif
Kepala Kantor Cabang Bank Nagari Simpang Empat Pasaman Barat, Irsyan Pasya. ANTARA/dok
Rabu, 08 Juli 2020 13:25 WIB
SIMPANG EMPAT - Bank Nagari Cabang Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus memfasilitasi pinjaman kredit di tengah pandemi COVID-19 dengan tetap selektif.

"COVID-19 juga mempengaruhi tingkat pembayaran kredit. Untuk pinjaman baru kita berlakukan selektif," kata Kepala Kantor Cabang Bank Nagari Simpang Empat, Irsyan Pasya di Simpang Empat, Selasa.

Ia mengatakan pihaknya melakukan selektif terhadap nasabah yang ingin memperpanjang pinjaman atau pinjaman baru.

"Kita benar-benar melihat usaha mereka sebelum memberikan pinjaman karena dengan pengaruh COVID-19 ini bisa menghambat usaha mereka," sebutnya.

Menurutnya untuk kredit cukup banyak yang meminta restrukturisasi atau upaya perbaikan pinjaman karena kesulitan membayar angsuran.

Ia menyebutkan sekitar 40 persen dari kredit produktif meminta restrukrisasi karena kesulitan akibat dampak COVID-19.

"Restrukturisasi karena penurunan usaha dan itu kita akomodir sesuai dengan kemampuan bayar dan ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank," sebutnya.

Ia menjelaskan diantara restrukrisasi yang dilakukan adalah perpanjangan jangka pinjaman dari nasabah yang bersangkutan.

"Mudah-mudahan COVID-19 segera berakhir sehingga dunia usaha kembali normal seperti semula," ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya selama normal baru ini tetap melayani transaksi di bank secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Aktivitas transaksi keuangan melalui perbankan pada masa normal baru tidak berbeda jauh dengan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetapi dipertegas dalam penerapan protokol kesehatan," katanya.

Penerapan protokol kesehatan dengan cara memberikan edukasi kepada nasabah untuk menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak jika datang ke bank untuk bertransaksi.

"Dipintu masuk bank kita mengukur suhu badan nasabah, wajib pakai masker dan mencuci tangan. Setelah itu di dalam juga di atur jarak duduk antara satu nasabah dengan nasabah lainnya," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pasar & Niaga, Binawidya, Riau
wwwwww