Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Parlemen

Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona

Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil. (Istimewa)
Selasa, 07 Juli 2020 12:07 WIB

JAKARTA - Kalangan anggota dewan mengaku heran kenapa Kementerian Pertanian tidak dilibatkan dalam program ketahanan pangan yang dimiliki pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Kenapa ya (Kementan) tidak diajak sama Presiden? Kan ada tiga menteri tuh PUPR, Erick Thohir, satu lagi apa gitu, diajak untuk ketahanan pangan. Nama dia (Kementan) enggak disebut saya lihat," kata anggota DPR, M. Nasir Djamil, Selasa (7/7/2020).

Presiden Joko Widodo memang menugaskan kepada tiga menteri secara khusus untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Menteri tersebut yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Nasir justru lebih heran lagi, sekarang Kementan malah mau memproduksi kalung anti corona yang jelas-jelas belum ada uji klinis mengenai kalung tersebut, apakah ampuh membasmi virus. "Lebih bagus dia fokus saja di program ketahanan pangan, artinya kalau memang kalung corona itu kemudian ada uji klinisnya dan itu berkolerasi dengan petani, enggak ada masalah," katanya.

"Justru masalah kalau enggak ada korelasinya dengan petani Indonesia, apalagi belum ada uji klinis," imbuh Nasir.

Dia berharap Mentan Syahrul Yasin Limpo fokus membangun ketahanan pangan. Pasalnya, krisis pandemik ini tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir, dan pemerintah harus mampu menjaga ketersediaan pangan.

"Artinya itu menampung milik warga itu lebih bagus lagi, kalau kalungnya dari herbal kemudian tidak berkolerasi dengan petani orang nanti mempertanyakan," ujar Nasir Djamil.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww