Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
19 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
16 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
14 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim

Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Senin, 06 Juli 2020 12:29 WIB
JAKARTA - Kementerian Pertanian bakal memproduksi kalung anti virus corona baru atau Covid-19 secara massal.

Kalung ini bernama anti virus corona eucalyptus. Kementan mengklaim herbal yang ada dalam kandungan kalung tersebut bisa menjadi obat mujarab membasmi wabah virus dari Kota Wuhan, China.

Ahli epidemologi, dr. Syahrizal Syarif menegaskan, tidak bisa sebuah kalung diklaim sebagai antivirus dari luar tubuh manusia, lantaran belum ada uji klinis mengenai hal tersebut.

"Jelas tidak. Herbal tidak boleh klaim anti corona. Hasil uji in vitro (lab) tidak boleh diklaim anti virus, bukan uji klinis," ujar dokter Rizal seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/7/2020).

Sambil terkekeh, dokter Rizal mengatakan kecap dan cuka juga bisa membunuh virus, namun tidak bisa diklaim secara langsung sebelum melakukan uji klinis terlebih dahulu.

"Virus kalau dikasi kecap juga mati, apa lalu disebut kecap anti virus? Atau cuka. Itu semuakan percobaan di lab, bukan uji klinis," sebutnya.

Sekali lagi dia menekankan, tidak bisa obat-obatan herbal diklaim sebagai anti virus yang dapat menyembuhkan virus corona.

"Herbal tidak boleh ada klaim sembuh atau anti virus, jika tidak ada uji klinis," demikian dr. Syahrizal.***

Artikel ini telah tayang di Rmol.id dengan judul "Ahli Epidemologi: Belum Ada Uji Klinis, Kalung Anti Corona Kementan Tidak Bisa Diklaim Ampuh".

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Kesehatan
wwwwww