Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
20 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
17 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
20 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR

Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Senin, 06 Juli 2020 14:34 WIB
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta agar anggaran penganggulangan pandemi Covid-19 yang berjumlah hampir Rp 905 trilun, bisa mensubsidi biaya tes polymerase chain reaction PCR dan juga subsidi harga kuota internet pelajar.

Hal itu disampaikan Bamsoet dalam diskusi 'Implementasi New Normal' bersama Koordinat Wartawa Parlemen (KWP), Senin (6/7/2020).

Ia berpandangan, biaya tes PCR masih terlalu mahal dan membani masyarakat. Demikian juga para siswa dan mahasiswa yang harus menerapkan pembelajaran jarak jauh, biaya kuota terbilang tak ringan.

"Jadi sekali lagi, saya ingin pemerintah menggeser sebagian dana penanggulangan Covid-19 untuk; pertama untuk subsidi pembiayaan PCR rakyat, kedua untuk kuota kepada mahasiswa dan pelajar yang terpaksa belajar jarak jauh," kata Bamsoet.

Selain dua hal tersebut, Bamseot juga meminta agar ratusan triliun dana penanggulangan pandemi Covid-19, harus segera diserap dengan baik.

Beberapa pos yang disebut; Rp 106 triliun untuk K/L dan Pemda, Rp 123,4 triliun untuk UMKM, Rp 110 triliun untuk subsidi bunga, Rp 203 triliun untuk subsidi listrik terutama kapasitas 450 watt.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, GoNews Group
wwwwww