Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
8 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  GoNews Group
PBSI Home Tournament 2020

Oprasi Lutut, Ketut Mahadewi: Takut Banget

Oprasi Lutut, Ketut Mahadewi: Takut Banget
Ni Ketut Mahadewi Istarani. (Ist)
Jum'at, 03 Juli 2020 22:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pebulutangkis spesialis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani menjalani operasi penyembuhan cedera pada kedua lututnya. Operasi berlangsung di RS Medistra, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Dituturkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti, cedera yang dialami Ketut tidak tergolong parah dan diharapkan bisa pulih dalam waktu dua bulan.

"Operasi yang dijalani Ketut tidak termasuk operasi besar, ada peradangan di lutut yang harus dibersihkan. Problemnya karena ada peradangan, dibersihkan supaya tidak ada keluhan lagi ke depannya," jelas Susy kepada Badmintonindonesia.org.

"Kalau di latihan tidak ada kendala, Ketut bisa latihan seperti biasa. Tapi begitu main yang berat baru terasa, nanti sembuh lagi dan kambuh lagi. Kebetulan sekarang kan lagi nggak ada turnamen, jadi ada waktu untuk operasi dan recovery," kata Susy.

Ketut kini fokus pada pemulihan pasca operasi. Wabah Covid-19 membuat turnamen bulutangkis ditiadakan untuk sementara waktu, waktu kosong ini dimanfaatkan Ketut untuk memaksimalkan proses penyembuhan kedua lututnya.

"Memang bukan operasi besar, kalau dibilang parah banget sih nggak juga, karena saya masih bisa jalan. Tapi mumpung sekarang ada waktu kosong, jadi diputuskan untuk operasi," kata Ketut.

"Untuk recovery-nya tergantung dari saya juga, kalau bisa menjaga dan rajin terapi bisa sekitar dua bulan," tutur pemain kelahiran 12 September 1994 ini.

Ketut menceritakan betapa takutnya ia jelang operasi, karena ini adalah pengalaman pertama baginya memasuki ruang operasi. Karena situasi pandemi, Ketut juga tidak bisa ditemani keluarganya dan hanya didampingi tim dari PBSI.

Namun Ketut bersyukur teman-teman sesama atlet memberikan banyak dukungan kepadanya.

"Pasti takut banget, baru pertama kali masuk kamar operasi. Saya berharap sih ini pertama dan terakhir kalinya dioperasi. Masih terbayang rasanya dianestesi setengah badan. Tapi saya bersyukur dan berterima kasih banyak dukungan dari PBSI dan teman-teman saya," kata Ketut menutup pembicaraan. ***

wwwwww