Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
18 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
18 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya
Logo baru Unilever berwarna pelangi yang identik dengan warna LGBT. (hops.id)
Jum'at, 26 Juni 2020 11:43 WIB
JAKARTA - Warganet di Indonesia menyerukan pemboikotan produk-produk Unilever. Warganet bahkan telah membuat tagar #BoikotUnilever.

Dikutip dari Sonora.id, ajakan pemboikotan ini terkait dengan dukungan Unilever terhadap kelompok lesbian, gay, bisexsual dan transgender (LGBT).

Perusahaan induk Unilever menyatakan dukungannya terhadap gerakan LGBTQI+. Mereka juga mengubah warna logo U menjadi berwarna pelangi seperti logo LGBTQI+.

Dukungan Unilever tersebut dituliskan pihak Unilever melalui media sosial Instagram @unilever pada 19 Juni 2020.

''Kami berkomitmen membuat kolega LGBTQI+ kami bangga dengan kami. Itu sebabnya kami mengambil tindakan bulan Pride ini,'' tulis Unilever.

''Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik,'' jelasnya.

Seruan warganet pun ramai di media sosial. Beberapa dari mereka menuliskan ancaman untuk melakukan boikot produk Unilever.

''#BoikotUnilever,'' ucap @rinaluthh.

''Auto ganti ke produk lain, berhenti pakai produk Unilever,'' ungkap @akhwat_1092.

Sekedar diketahui, perusahaan yang berbasis di Belanda ini bahkan sudah menandatangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini. Stonewall adalah lembaga amal untuk kaum LGBT.***

Editor:hasan b
Sumber:sonora.id
Kategori:Warga Bertuah, Kabar Bertuah
wwwwww