Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Joko Susilo Terus Edukasi Pengembangan Sepakbola Usia Dini

Joko Susilo Terus Edukasi Pengembangan Sepakbola Usia Dini
Kamis, 25 Juni 2020 19:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG - Semangat Joko Susilo tak surut membagi ilmu pada masa pandemi Covid-19 dengan segala keterbatasannya. Pelatih Persik Kediri tersebut mulai aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan edukasi bertopik sepak bola.

Di luar kegiatan kepelatihan, Joko Susilo memang terkenal aktif dalam kegiatan edukasi bertopik sepak bola, khususnya pengembangan usia dini. Dia sering mengadakan seminar, diskusi bersama maupun coaching clinic.

Materi-materi yang dibawakan mayoritas dari seminar-seminar kepelatihan profesional. Selain itu terkadang dia juga menggunakan hasil riset pribadinya sendiri dari pengalamannya sebagai pelatih. 

Mantan asisten timnas Indonesia tersebut mengatakan sejauh ini kegiatan yang dilakukan berjalan baik dan lancar. Meskipun berlangsung ditengah pandemi namun tidak mengurangi antusiasme peserta untuk hadir datang langsung ke lokasi seminar.

“Mereka senang sekali dan banyak sekali yang datang. Kebanyakan mereka yang ikut sudah masuk kepelatihan jadi sangat membutuhkan tambahan pengetahuan itu,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Joko selalu berusaha menerapkan protokol-protokol kesehatan disetiap kegiataanya. Ini kemudian yang menjadi pembeda dengan kegiatan coaching clinic yang dilakukan saat sebelum pandemi menyerang.

Tidak ada kendala yang berarti dalam menerapkan protokol kesehatan. Kebetulan mayoritas peserta coaching clinic adalah pelatih-pelatih dewasa sehingga lebih mudah dikoordinasi.

“Perbedaan hanya social distancing saja. Saya coaching pelatih-pelatihnya, jadi hanya kami imbau untuk menjaga jarak,” paparnya. ***

wwwwww