Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
2
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
23 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
3
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
2 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
3 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
2 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
48 menit yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mensos Sebut Mulai Juli BLT Turun dari Rp600 Ribu Jadi Rp 300 Ribu Per-KPM

Mensos Sebut Mulai Juli BLT Turun dari Rp600 Ribu Jadi Rp 300 Ribu Per-KPM
Menteri Sosial Republik Indonesia, Julian Batubara. (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 14:55 WIB
JAKARTA - Menteri Sosial Republik Indonesia, Julian Batubara melakukan penyerahan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu kepada masyarakat Kabupaten Garut, Jumat (19/6).

BLT dari Kementerian Sosial tersebut secara simbolis diberikan di Kantor Pos Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Julian mengatakan, penerima BLT adalah warga yang terdampak Covid-19. Bantuan sebesar Rp 600 ribu perkeluarga penerima manfaat (KPM) itu pun disebutnya akan menjadi yang terakhir. Meski mulai Juli hingga Desember 2020 akan tetap ada penyaluran BLT, nilainya akan dikurangi menjadi Rp 300 ribu per KPM.

"Bantuan stimulus dari pemerintah pusat akan diarahkan ke program lain, tidak hanya untuk perlindungan sosial. Anggaran yang ada akan dipakai seperti pemulihan ekonomi untuk UMKM, insentif perpajakan dan lainnya," katanya.

Politikus PDIP ini menjelaskan, pengurangan BLT dilakukan setelah dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan begitu masyarakat pun bisa kembali beraktivitas.

"Kalau sudah mulai aktivitas, bisa kerja dan punya uang lagi. BLT dan bantuan lain hanya untuk tambahan," jelasnya.

Dia berharap masyarakat bisa kembali bekerja dengan masuknya saat ini ke fase new normal. Atas dasar hal itu pun kemudian pemerintah memertimbangkan mengurang jumlah bantuan langsung tunai kepada KPM.

Dalam proses datangnya Menteri Sosial ke Garut, rupanya hal tersebut mengundang banyak kerumunan warga. Walau sejumlah warga yang datang menggunakan masker, namun aturan jaga jarak tidak bisa diterapkan karena terlalu banyaknya warga, apalagi diantara mereka banyak yang ingin mengabadikan momen kedatangan menteri ke wilayahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, GoNews Group
wwwwww