Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
13 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
20 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Protokol Olahraga New Normal Covid 19, Fokuskan Latihan Olahraga Perorangan

Protokol Olahraga New Normal Covid 19, Fokuskan Latihan Olahraga Perorangan
Jum'at, 05 Juni 2020 19:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengapresiasi langkah Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta saran dan masukan pemangku olahraga nasional dalam penyusunan protokol olahraga menyambut New Normal di tengah wabah virus corona (Covid-19). KONI Pusat menilai draf penyusunan protokol dari Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) tinggal lebih dimatangkan sehingga bisa mengakomodir percepatan Pelatnas untuk menghadapi pesta olahraga yang padat tahun 2021.

Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno dalam mendukung keinginan Kemenpora untuk mendorong agar pengurus induk-induk organisasi (PB/PP) tetap menjalankan program pembinaan atlet pada masa pandemi Covid 19 mengusulkan agar dalam menentukan percepatan tahapan latihan bukan dilihat dari olahraga luar ruang atau dalam ruang. Tahapan-tahapan percepatan sebaiknya dilihat dari kategori nomor perorangan atau beregu. Dari sini olahraga perorangan bisa dilaksanakan dalam tahap awal karena tingkat persetuhan hampir tidak ada dan jaraknya bisa diatur.

"KONI Pusat sangat mendukung keinginan Kemenpora agar seluruh PB/PP tetap menjalankan program latihan semasa pademi Covid 19 dalam upaya mempertahankan prestasi alet Indonesia. Apalagi, pemerintah sudah merencanakan new normal di beberapa daerah. Sebaiknya tahap pertama fokus dengan program latihan khusus olahraga perorangan saja," kata Suwarno yang ditemui di Kantor KONI Pusat Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Kenapa fokus terhadap latihan olahraga perorangan? Suwarno menjelaskan, lebih mudah diterapkan social distancing. Contohnya, olahraga panahan, atletik, menembak dan lain-lainnya dimana antara satu atlet dengan atlet lainnya bisa diatur jaraknya.

"Di tengah pandemi Covid 19 ini kan sangat penting diterapkan social distancing. Yang idealnya kan cabang olahraga perorangan khususnya tidak koncak fisik. Jadi, kita bisa menekan terjadinya penularan. Soal tempat latihan di indoor atau outdoor kan tidak ada masalah," jelasnya.

Selain olahraga perorangan, kata Suwarno, program latihan olahraga beregu juga bisa dijalankan dengan menerapkan sosial cistancing. Yakni, bola voli dan sepak takraw. "Bola voli dan sepak takraw itu kan dipisahkan net dan tidak terjadi koncak fisik. Jadi, program latihannya juga bisa dilaksanakan," ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan bola basket dan sepakbola, Suwarno menjawab, "Basket dan sepakbola itu kan olahraga beregu yang jelas terjadi kontak fisik. Jadi, program latihannya bisa dijalankan setelah pandemi berakhir atau tahap terakhir.". ***

wwwwww