Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
8 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
15 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Arogansi Polisi bisa Picu Kerusuhan seperti di AS

Arogansi Polisi bisa Picu Kerusuhan seperti di AS
Kerusuhan di AS. (Gambar: Ist. via Instagram)
Jum'at, 05 Juni 2020 14:42 WIB
JAKARTA - Kapolri Idam Azis dinilai perlu mengevaluasi jajarannya dalam upaya mencegah kerusuhan dan kekacauan di Indonesia tanah air. Menurut Ind. Police Watch (IPW), apa yang terjadi di AS berpotensi juga terjadi di Indonesia saat ini.

Kekacauan yang terjadi di AS, sebagaimana diketahui, adalah akibat sikap anggota polisi yang mengedepankan arogansi. Tewasnya warga kulit hitam George Floyd di Minneapolis, AS, akibat ulah anggota polisi yang semena-mena dan tidak mengindahkan hak asasi manusia.

"Di Indonesia sikap polisi yang semena-mena, arogan, melakukan krimialisasi, berpihak, tidak peka, dan mencederai rasa keadilan masyarakat sudah menjadi rahasia umum yang sering terjadi. Berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat ke IPW, terutama dari daerah, yang kemudian disampaikan ke elit elite kepolisian sering kali tidak cepat disikapi secara promoter. Padahal, sikap seperti ini bisa menjadi api dalam sekam yang memicu kekacauan seperti yang terjadi di tahun 1998," kata Neta kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Neta kemudian menyinggung soal Kapolda dan Kapolres yang mengkriminalisasi hak hak ulayat atau mengkriminalisasi pengusaha lokal dengan tujuan tertentu, atau diperalat pihak tertentu untuk mencederai rasa keadilan publik, atau tidak becus bekerja secara promoter.

"(Yang seperti itu, Red) harus dicopot dari jabatannya dan dimasukkan ke dalam 'kotak' dan 'kotaknya digembok tiga'" kata Neta.

Neta melanjutkan, terjadinya krisis ekonomi sebagai dampak pandemik Covid-19 harus diwaspadai Polri agar tak meluas menjadi krisis sosial dan politik.

"Jika dalam multi krisis ini jajaran polri tidak promoter dan lebih mengedepankan arogansi, seperti apa yang dialami Goerge Floyd, bukan mustahil kekacauan seperti di AS akan terjadi di Indonesia, apalagi persoalan di Indonesia sangat kompleks dan pelik," kata Neta.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Cendekia, Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww