Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
6 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fakta Penurunan Tingkat Penularan Virus Covid-19 di Jakarta

Fakta Penurunan Tingkat Penularan Virus Covid-19 di Jakarta
(Gambar: Tangkapan layar video kompas.com)
Kamis, 04 Juni 2020 15:43 WIB
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan bahwa penularan virus Corona/Covid-19 di Ibu Kota kian menurun sejak maret, sebelum PSBB dimulai.

Anies, dalam konferensi pers virtual, yang juga dipublikasikan kompas.com, Kamis (4/6/2020), memaparkan grafik Rt (effective reproduction number yang diestimasi dengan metode Bayesian) yang terus menurun hingga di bawah 1. Rt 1, dimaknai 1 orang positif bisa menularkan pada 1 orang lain.

"Di bulan maret, angka kita 4, sekitar 4. Kemudian kita mulai lakukan pembatasan (social-physical distancing); penutupan sekolah, tempat wisata, Car Free Day, kantor-kantor, panggilan untuk bekerja di rumah dimulai di pertengahan maret ini. 16 Maret Sekolah tutup, WFH dimulai, seluruh fasilitas-fasilitas publik tutup, itu 16 maret. Dan apa yang terjadi? Mengalami penurunan yang sangat drastis. Ini dilakukan sebelum PSBB. Jadi ketika PSS tahap pertama dimulai pada tanggal 10 April, kemudian tahap kedua juga kita lanjutkan, angka yang drastis turun ya di masa bulan maret, dan april. Ini artinya kerja bersama seluruh penduduk Jakarta, tanpa itu nggak mungkin turun," papar Anies.

Berapa tingkat Rt di tanggal 10 April-saat PSBB tahap pertama diterapkan-tidak disebutkan oleh Anies. Tapi grafik yang dipresentasikan Anies menggambarkan bahwa di tanggal 10 April tingkat Rt berada dia angka 1 di bawah 2.

Selanjutnya Anies menyebut bahwa, "18 Mei kita masih 1.09, bergerak terus sampai sekitar 1.03, 31 Mei angka kita 1, lalu 1 Juni 0.9, 2 Juni 0.9, 3 Juni 0.9,".

"Jadi Jakarta menunjukkan angka yang positif, tapi ini belum selesai, karena kita tidak mau hanya menggunakan satu ukuran," kata Anies yang kemudian berlanjut menjelaskan ukuran lain yakni, Indikator Pelonggaran Pembatasan Sosial.

Grafik yang bersumber dari Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu menunjukkan, bahwa sejak 14 Maret 2020 hingga pemberlakuan PSBB fase pertama pada 10 April 2020, ada penurunan tingkat Rt dari sekitar 4 menjadi di bawah 2 atau 1 koma sekian. PSBB tahap 1 kemudian berhasil melanjutkan tren menurun itu, meski masih di angka 1 koma sekian, saat PSBB tahap kedua dimulai. Dan penurunan selanjutnya yang kemudian disebutkan Anies.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww