Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Riau

KPU Pasaman Barat Butuh Tambahan Anggaran Jika Pilkada Desember

KPU Pasaman Barat Butuh Tambahan Anggaran Jika Pilkada Desember
Ketua KPU Pasaman Barat Alharis
Jum'at, 29 Mei 2020 21:19 WIB
SIMPANG EMPAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) membutuhkan tambahan anggaran jika pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Tentu perlu penambahan anggaran karena kita harus mengadakan perlengkapan yang dibutuhkan seperti Alat Pelindung Diri (APD) baik untuk personil KPU juga untuk PPK, PPS, KPPS dan PPDP," kata Ketua KPU Pasaman Barat Alharis di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan dalam rapat dengar pendapat antara KPU bersama Komisi II DPR, Mendagri, Bawaslu dan DKKP ada yang menyarankan pada 15 juni 2020 tahapan Pilkada sudah di mulai jika Pilkada dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

"Jika masa tahapan itu COVID-19 masih mewabah maka tentu kita membutuhkan APD," sebutnya.

Namun pihaknya masih menunggu regulasi dari KPU RI tentang tahapan dan anggaran nantinya.

Tentu dari regulasi itu nantinya pihaknya akan bisa mengetahui terkait dengan kebutuhan APD, dari mana anggarannya, seberapa banyak dibutuhkan dan apa saja APD yang dianggarkan.

Selain itu juga dari mana sumber dananya, apakah APBN atau APBD dan bagaimana bentuk pengadaannya.

"Jika regulasinya sudah jelas maka baru kita bisa menghitung berapa kebutuhan yang ril untuk pelaksanaan Pilkada tersebut," ujarnya.

Pihaknya masih belum bisa memastikan berapa kebutuhan total anggaran nantinya jika pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi COVID-19.

Untuk anggaran yang diterima baru anggaran 2019 sekitar Rp350 juta dan anggaran 2020 tahap I sekitar Rp10 miliar. Sedangkan anggaran tahap II dan tahap II belum ada. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Parlemen, Binawidya, Riau
wwwwww