Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
10 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
14 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
10 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
10 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
8 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Pedagang Pasar Atas Payakumbuh Berontak, Bongkar Paksa Penutup Jalan yang Dipasang Gugus Tugas

Pedagang Pasar Atas Payakumbuh Berontak, Bongkar Paksa Penutup Jalan yang Dipasang Gugus Tugas
Tangkapan layar dari video yang beredar di grup whatsapp saat ratusan pedagang Pasar Atas Payakumbuh, Sumatera Barat menolak dan membongkar paksa pagar pengaman penutup jalan ke pasar. (ANTARA/Tangkapan Layar)
Jum'at, 22 Mei 2020 22:08 WIB
PAYAKUMBUH - Ratusan pedagang Pasar Atas Payakumbuh, Sumatera Barat memberontak dan membongkar paksa pagar pengaman penutup jalan masuk pasar yang awalnya bertujuan agar tidak ada kerumunan massa di pasar tersebut.

Aksi membongkar paksa pagar penutup jalan tersebut terjadi pada Jumat (22/5) sore dan sempat menjadi bahan perbincangan masyarakat di dunia maya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan melalui pesan Whatsapp, Jumat, mengatakan kejadian tersebut karena adanya kesalahpahaman antara gugus tugas dan pedagangpasar.

"Jadi ditutupnya akses masuk ke pasar kanopi agar pengunjung tidak parkir di bawah kanopi, karena sebelumnya kelihatan padat dan tidak menjamin physical distancing," kata dia.

Ia mengatakan sore itu ada petugas yang melarang pedagang masuk ke pasar untuk berjualan sehingga terjadi kesalahpahaman.

"Harusnya mereka diperbolehkan masuk untuk berjualan, yang tidak boleh itu ada parkir di bawah kanopi Pasar Payakumbuh," ujarnya.

Dengan kesalahpahaman ini, pedagang memanfaatkannya untuk meminta petugas agar pembatas jalan dibuka.

"Masalah selesai dengan kesepakatan pembatas jalan dibuka dan akses parkir diberikan satu lajur dengan pembatas besi di bawah kanopi," ujarnya.

Ia mengatakan pada malam ini (Jumat) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan mencek dan berkomunikasi lagi dengan pedagang.

Untuk diketahui, rencananya Pasar Payakumbuh akan mulai ditutup pada Sabtu (23/5) sampai dengan Jumat (29/5). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Uncategories
wwwwww