Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
22 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
20 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
22 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
18 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Parlemen

PDIP Mulai Sering Kritik Pemerintah, Pengamat: Membela Jokowi Sama Aja Bunuh Diri

PDIP Mulai Sering Kritik Pemerintah, Pengamat: Membela Jokowi Sama Aja Bunuh Diri
Kamis, 21 Mei 2020 18:38 WIB
JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, kader dan politisi PDIP kerap ikut mengkritisi sejumlah kebijakan yang dibuat Pemerintahan Jokowi.

Salah satu di antaranya adalah kebijakan Pemerintahan Jokowi yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Juga saat pemerintah enggan menurunkan harga BBM ketika harga minyak dunia mengalami penurunan harga.

Hal ini dipicu lantaran kebijakan Presiden Jokowi bertolak belakang dengan stammpel PDIP selama ini yang memihak kepada wong cilik.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Voxpol Centre Pangi Syarwi Chaniago kepada RMOL, Kamis (21/5/2020).

"Sehingga ketika kenaikan BPJS itu adalah sesuatu yang tidak populer dan bersentimen negatif, tentu mereka tidak mau bunuh diri dan blunder untuk mendukung atau pasang badan untuk program pemerintah," ulas Pangi.

Kondisi ini juga berlaku saat kebijakan kenaikan taris listrik dan harga BBM.

Terlebih kebijakan itu dilakukan di tengah wabah virus corona atau Covid-19 yang membawa dampak ekonomi yang cukup masif.

Sehingga, jika kader PDIP terlihat mendukung kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan tersebut, maka secara tidak langsung konstituen partai akan kocar-kacir.

"Kalau itu kemudian kader PDIP all out, habis pasang badan, ya mereka sama saja bunuh diri untuk itu," sambungnya.

Menurutnya, keputusan Jokowi itu juga tak sejalan dengan konstituen PDIP. "Pendukung di bawah yang hari ini sedang kesulitan ekonomi, sedang menghadapai masa-masa sulit di tengah pandemik corona ini,” pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww