Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
9 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
7 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Bisa Bahayakan Tim Medis dan Masyarakat, Bamsoet Minta Pasien Positif Corona Jujur

Bisa Bahayakan Tim Medis dan Masyarakat, Bamsoet Minta Pasien Positif Corona Jujur
Senin, 20 April 2020 17:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketidakjujuran pasien pada masa pandemi Covid-19 bisa membahayakan tenaga medis maupun orang-orang sekitar pasien.

Seperti kasus terbaru terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang, banyaknya pasien yang tidak terbuka mengenai gejala yang dialami menyebabkan pasien-pasien non-Covid-19 berstatus PDP serta 57 pegawai RS tertular Covid-19, 34 diantaranya dokter dan petugas fisioterapi.

Untuk itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, meminta pemerintah menegaskan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien bergejala Covid-19 yang berobat ke fasilitas kesehatan untuk secara jujur dan transparan menjawab semua pertanyaan tenaga medis.

"Pasien harus jujur saat menjawab pertanyaan medis seperti gejala sakit serta riwayat daerah yang pernah disinggahi, terutama bagi pasien yang pernah berkunjung ke zona merah Covid-19, sehingga tenaga medis bisa segera menangani permasalahan yang dihadapi pasien secara tepat," ujar Bamsoet, Senin (20/4/2020) di Jakarta.

Pemerintah kata Bamsoet, tetap harus memastikan cukupnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar, khususnya di rumah sakit (RS) rujukan untuk penanganan pasien Covid-19, guna menjamin keselamatan bagi para tenaga medis, mengingat lonjakan jumlah pasien terus terjadi di RS rujukan penanganan Covid-19.

Ia juga mendorong pemerintah agar memberikan kesiapan sesuai protokol kesehatan bagi rumah sakit non-rujukan, rumah sakit swasta, klinik dan puskemas dalam menghadapi pasien tanpa gejala/bergejala Covid-19, baik kelengkapan APD, alat penunjang medis maupun ruang isolasi, mengingat makin banyaknya orang tanpa gejala Covid-19 yang berobat ke layanan kesehatan primer yang berisiko tinggi menularkan tenaga kesehatan.

Sebelumnya diberitakan, puluhan tenaga medis hingga pegawai RSUP Dr Kariadi positif tertular corona di Semarang, Jawa Tengah.

Keterbukaan informasi riwayat kesehatan dan perjalanan pasien menjadi kunci mencegah penularan di rumah sakit. Di RSUP Dr Kariadi, Semarang, lonjakan tenaga medis tertular virus corona naik menjadi 57 orang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau tenaga medis yang diisolasi menyebut dukungan berbagai kebutuhan dan moril mengalir dari warga kepada seluruh tenaga kesehatan yang terpapar corona.

Sejak dinyatakan positif, dokter dan tenaga medis yang positif corona di RS Dr Kariadi langsung menjalani isolasi di sebuah hotel yang disiapkan. Tertularnya puluhan dokter dan tenaga kesehatan di RS Kariadi diduga bersumber dari pasien yang menutupi riwayat kesehatan dan perjalanannya.

Direktur RSUP Dr Kariadi menyebut langsung memperketat protokol penanganan kesehatan untuk mencegah lonjakan angka penularan virus corona.***

wwwwww