Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Greg Enggan Pikirkan Kerugian Akibat Covid 19

Greg Enggan Pikirkan Kerugian Akibat Covid 19
Sabtu, 18 April 2020 00:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - PSSI memutuskan setiap klub perserta Kompetisi Sepakbola Liga 1 dan Liga 2 2020 membayar gaji pemain maksimal sebesar 25 persen dari nilai kontrak. Hal ini terkait penghentian Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 akibat pandemi virus Corona atau Covid-19. Namun, kapten Madura United, Greg Nwokolo menyikapi lain pemotongan gaji sebesar 75 persen itu.

Greg mengaku memiliki pandangan lain terhadap pemotongan gaji tersebut. Mantan striker Persija Jakarta itu enggan melihat permasalahan dari sisi negatif saja. 

Greg tidak memungkiri jika pemotongan gaji tersebut merugikan pemain. Hanya saja kondisi force majeur seperti saat ini memaksa klub untuk melakukan kebijakan pemotongan gaji karena klub juga tidak ada pemasukan akibat kompetisi terhenti.

Greg mengatakan pemotongan gaji merupakan hal yang wajar ditengah situasi sulit seperti saat ini.

“Ya itu force majeur, jadi menurut saya semua negara memiliki kebijakan masing-masing. Kalau bicara di Indonesia dengan kondisi sekarang ya banyak pihak yang rugi. Klub rugi pemain rugi, pasti itu,” kata Greg.

Greg enggan terlalu memikirkan kerugian yang dialami akibat kebijakan tersebut. Dia justru melihat dari sisi yang lain dimana dengan adanya libur kompetisi akibat pandemi Covid 19 lebih memiliki banyak waktu bersama keluarga yang jarang ia lakukan ketika kompetisi tengah bergulir.

“Tapi kalau saya pribadi tidak mau menghitung kerugian saja, tapi juga berkahnya juga. Saya bisa bersama keluarga karena selama ini saya tinggal mereka. Jadi, saya tidak mau terlalu memikirkan kerugiannya saja,” pungkasnya. ***

wwwwww