Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Badminton Asian Team Championships 2020

Dikalahkan Cheam June Wei, Jonatan Christie: Ada Rasa Trauma

Dikalahkan Cheam June Wei, Jonatan Christie: Ada Rasa Trauma
Minggu, 16 Februari 2020 19:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MANILA - Tim Bulutangkis putra Malaysia menahan laju Indonesia di babak final Badminton Asian Team Championships 2020. Kemenangan Cheam June Wei atas Jonatan Christie membuat tim Malaysia merebut poin pertama. Kedudukan kini menjadi 2-1, Indonesia masih unggul.

Partai antara Jonatan dan Cheam berlangsung sangat menegangkan, Jonatan tak dapat mengembangkan permainannya di game pertama dan tertinggal jauh. Berhasil membalas di game kedua, pertarungan kembali sengit di game ketiga.

Sudah unggul match point 20-17, Jonatan masih belum bisa menyelesaikan permainan. Cheam menyamakan kedudukan menjadi 20-20, pertarungan terus berlangsung hingga kedudukan 22-22. Kesalahan antisipasi bola dari Jonatan membuat Cheam meraih poin kemenangan. Partai keempat terpaksa dimainkan.

"Saya kurang percaya diri karena dari kemarin saya nggak bisa main seperti biasa. Keadaan ini jarang terjadi di turnamen biasanya, shuttlecock-nya yang kencang, suasananya. Saya mau menyerang tapi jadi buru-buru dan akhirnya mati sendiri. Saya harus lebih berani untuk pakai tempo menyerang," kata Jonatan kepada Badmintonindonesia.org.

Jonatan menyayangkan bahwa ia tak dapat memanfaatkan keunggulannya di game ketiga saat kedudukan match point 20-17. Sebaliknya, Cheam dinilainya tampil nothing to lose dan lebih lepas. Apalagi sebelumnya ia memetik kemenangan dari Son Wan Ho (Korea) dan Kenta Nishimoto (Jepang).

"Sebenarnya bisa berakhir bagus, tapi di akhir itu sangat disayangkan. Lawan mainnya lepas, saya merasakan dulu di posisi dia mainnya lepas karena masih mengejar. Sekarang saya yang harus menang. Di awal-awal permainan memang ada rasa trauma, karena hasil-hasil kemarin," tutur Jonatan.

"Saya berharap tim Indonesia menang, kalau sampai amit-amit tim saya kalah, saya merasa bertanggungjawab banget. Jujur saya merasa bersalah karena saya harusnya bisa dapat poin tapi saya nggak bisa," lanjutnya. ***

wwwwww