Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
3 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
2 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Menkeu Sri Mulyani Mengaku Sakit Perut Dengar Janji-janji Kampanye Jokowi

Menkeu Sri Mulyani Mengaku Sakit Perut Dengar Janji-janji Kampanye Jokowi
Menkeu Sri Mulyani. (bisnis.com)
Kamis, 30 Januari 2020 17:42 WIB
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan janji-janji dalam kampanye pemilihan presiden pada 2019 lalu, dirinya sempat sakit perut mendengarnya.

Dikutip dari vivanews.com, diantara janji-janji kampanye Jokowi yang membuatnya sakit perut adalah kartu-kartu sakti.

''The beauty of election, tapi hanya menjanjikan apa yang gratis, apa yang gratis, saya banyakan sakit perut. Ya curcol itu waktu selesai election, bill-nya datanglah itu,'' kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara di acara Bank Dunia, Aspiring Indonesia- Expanding Middle Class di Soehanna Hall, The Energy Building, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Dikatakannya, dia sakit perut, karena harus menyesuaikan kembali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan kebutuhan untuk merealisasikan janji-janji itu. Apalagi, janji kampanye saat itu yang paling jadi andalan adalah kartu prakerja.

''Salah satu yang dipromise presiden kartu prakerja Rp10 triliun, saya tanya ini gimana caranya. Pak Presiden bilang pokoknya campaign dulu. Kartu prakerja Rp10 triliun untuk dua juta orang, cari ini supply demand-nya gimana,'' tuturnya.

Namun, lanjut dia, janji kampanye tersebut ternyata sejalan dengan tujuan utama pemerintah untuk memperbaiki kualitas sosial masyarakat Indonesia. Hal itu menjadi salah satu cara untuk menjaga ketahanan masyarakat berpendapatan menengah ke bawah dan memacunya untuk naik kelas.

''Memperkuat middle class akan dilakukan banyak policy choices melalui direct transfer memberikan akses education, training dan lain-lain, policy instrument menjadi beragam, bahkan dengan fiscal instrument policy,'' papar dia.***

Editor:hasan b
Sumber:vivanews.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww